Jayapura,Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga pengelola zakat untuk menyukseskan program nasional “Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026” yang akan digelar bertepatan dengan 10 Muharam 1448 Hijriah.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta sejumlah organisasi pengelola zakat di Papua. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam memperluas manfaat program sosial bagi kelompok rentan, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas.
Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Papua, Rita Wahyuningsih, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan sosial yang bertujuan memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga zakat, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan momentum untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial. Karena itu dibutuhkan kerja sama semua pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya di Jayapura,Rabu (17/06/26).
Rita menjelaskan, program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan gerakan zakat dan wakaf yang terus didorong Kementerian Agama sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
Selain penyaluran santunan, berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan juga tengah disiapkan. Mulai dari edukasi zakat dan wakaf, pelatihan keterampilan, bazar produk binaan, hingga pertunjukan seni yang melibatkan penyandang disabilitas.
Ia menegaskan bahwa anak yatim dan penyandang disabilitas tidak hanya diposisikan sebagai penerima bantuan, tetapi juga didorong untuk menjadi bagian aktif dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan.
“Konsep kegiatan yang disiapkan lebih inklusif dan memberdayakan. Kami ingin mereka ikut berpartisipasi dan menunjukkan potensi yang dimiliki,” katanya.
Selain itu, Kanwil Kemenag Papua juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat. Seluruh bantuan yang disalurkan diharapkan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan terdata dalam sistem pemerintah.
Menurut Rita, peran lembaga pengelola zakat sangat strategis dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Kanwil Kemenag Papua juga mendorong pemanfaatan momentum Bulan Wakaf Nasional untuk meningkatkan literasi wakaf di masyarakat, mempercepat sertifikasi tanah wakaf, serta mengembangkan program wakaf produktif yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami berharap kolaborasi yang dibangun hari ini tidak hanya sukses pada pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, tetapi juga menjadi langkah bersama dalam memperkuat pemberdayaan umat melalui zakat dan wakaf,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan Baznas Provinsi Papua, Rumah Zakat, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), LAZIS Muhammadiyah, LAZISKU Papua, Dompet Dhuafa, serta sejumlah mitra pengelola zakat lainnya.
Melalui sinergi lintas lembaga tersebut, Kementerian Agama Papua berharap program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.(Rilis)









