Kemenag Papua perkuat peran penyuluh lewat “Kurikulum Cinta” dan EWS

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua memperkuat peran penyuluh agama lintas iman di wilayah setempat melalui sosialisasi “Kurikulum Cinta” dan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) guna mencegah konflik sosial berdimensi keagamaan.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, di Jayapura, Kamis(18/12/2025)., mengatakan penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai ujung tombak kementerian dalam menghadirkan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Penyuluh diharapkan mampu menyatukan Kurikulum Cinta dan EWS dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai agen kerukunan dan perdamaian,” kata Klemens saat membuka kegiatan sosialisasi bagi penyuluh lintas agama di Hotel Horison Kotaraja.

Menurut Klemens, Kurikulum Cinta merupakan pendekatan yang menanamkan nilai kasih sayang, kemanusiaan, dan toleransi sebagai fondasi keberagamaan. Hal ini, lanjut dia, sejalan dengan Program Prioritas (Asta Protas) Menteri Agama yang mengedepankan penguatan moderasi beragama.

Baca Juga :  Kemenag Papua Lantik 5 PPPK Formasi 2024, Kakanwil Ingatkan Evaluasi Kinerja hingga 2030

Sementara itu, penguatan EWS dinilai krusial untuk mendeteksi potensi konflik secara dini. Klemens menekankan bahwa melalui sistem ini, kebijakan dapat diambil berbasis data dan analisis lapangan yang akurat.

“Kemenag mendorong kolaborasi lintas sektor agar potensi konflik dapat dikelola secara cepat, tepat, dan proporsional,” ujarnya

Ketua Tim Kerja Organisasi Tata Laksana (Ortala) dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Papua, Elisabeth Maru Toding Bunga, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 60 penyuluh agama yang mewakili agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

“Penyuluh lintas agama adalah garda terdepan. Mereka perlu dibekali pemahaman kuat tentang Kurikulum Cinta dan EWS sebagai instrumen pencegahan konflik, bukan hanya sekadar penyampai ajaran agama,” kata Elisabeth.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, perwakilan Badan Kesbangpol Papua Marcy Rita, dan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Pdt. Yan Pieth Wambrauw.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua: Perjanjian Kinerja 2026 jadi dasar evaluasi pejabat

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito dalam paparannya menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah, dan tokoh agama. Ia menyebutkan bahwa Polri mengedepankan fungsi intelijen untuk memantau isu sensitif serta mengutamakan dialog dalam penyelesaian masalah.

Senada dengan hal itu, perwakilan FKUB Papua Pdt. Yan Pieth Wambrauw mengibaratkan agama sebagai payung kehidupan yang melindungi keberagaman.

“Meskipun kita berbeda, kita semua hidup di bawah satu langit yang sama. FKUB hadir memastikan Papua tetap rukun dan harmonis,” katanya.

Kegiatan ditutup oleh Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Papua, Fransiskus Xaverius Lesomar, yang meminta para penyuluh segera mengimplementasikan hasil sosialisasi tersebut ke masyarakat untuk menjaga suasana damai di Tanah Papua.(Rilis)

Berita Terkait

Kemdikdasmen Gandeng LKP Cia Cetak Tenaga Kecantikan Profesional untuk Kurangi Pengangguran di Papua
Kemenag Papua Siap Cetak Prototipe ‘Kota Wakaf’ demi Dongkrak Ekonomi Umat
Pendeta Yonas Sesalkan Gereja Jadi Lokasi Pemutaran Film Pesta Babi
Lewat Nobar dan Baksos, Keondoafian Waena Gaungkan Dukungan untuk Pembangunan Papua
BRI Papua Fokus Perkuat UMKM melalui Pembiayaan, Digitalisasi, dan Pendampingan Usaha
BRI Jayapura Gandeng Media Perluas Edukasi dan Akses Keuangan Masyarakat
Nobar Pancasila di Skouw Sae, Ondoafi Serukan Dukungan bagi Program Pemerintah
SMP Negeri 9 Jayapura Terapkan Ujian Berbasis CBT untuk Latih Siswa Hadapi AKM

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 10:18 WIB

Kemdikdasmen Gandeng LKP Cia Cetak Tenaga Kecantikan Profesional untuk Kurangi Pengangguran di Papua

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:04 WIB

Kemenag Papua Siap Cetak Prototipe ‘Kota Wakaf’ demi Dongkrak Ekonomi Umat

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:24 WIB

Pendeta Yonas Sesalkan Gereja Jadi Lokasi Pemutaran Film Pesta Babi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Lewat Nobar dan Baksos, Keondoafian Waena Gaungkan Dukungan untuk Pembangunan Papua

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:10 WIB

BRI Papua Fokus Perkuat UMKM melalui Pembiayaan, Digitalisasi, dan Pendampingan Usaha

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya