Kemenag: Perdamaian Papua Harus Dimulai dari Gereja dan Tokoh Agama

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOLIKARA, Papuaterdepan.com— Kementerian Agama menilai gereja dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong pembangunan masyarakat di Tanah Papua.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor, saat menghadiri Dialog dan Festival Budaya Religi Tolikara di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Menurut Luksen, pembangunan Papua tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Kehadiran tokoh agama, gereja, tokoh adat dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk membangun kepercayaan, menjaga persaudaraan dan mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.

“Tokoh agama dan gereja adalah kunci pembangunan dan perdamaian di Tanah Papua,” kata Luksen dalam dialog yang mengangkat tema **“Merawat Kerukunan dari Tolikara untuk Indonesia”**, Senin (10/8/2026).

Ia mengatakan gereja memiliki posisi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Papua. Karena itu, nilai-nilai keagamaan yang disampaikan melalui gereja diharapkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sosial.

Nilai kasih, persaudaraan, perdamaian dan pengharapan, kata dia, harus menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih terbuka dan mampu hidup berdampingan.

Luksen juga mengajak masyarakat tidak melihat perdamaian sebagai tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan semata. Menurutnya, budaya damai harus dibangun mulai dari lingkungan keluarga sebelum berkembang menjadi gerakan bersama di masyarakat.

“Kerukunan dan perdamaian adalah kebutuhan semua orang. Anak-anak, perempuan, laki-laki, pemerintah, TNI, Polri dan seluruh umat beragama memiliki tanggung jawab untuk membangun serta menjaga budaya damai,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemenag Papua dan BWI Evaluasi Program Wakaf, Fokus pada Sertifikasi dan Wakaf Produktif

Tolikara Diminta Jadi Contoh

Luksen menilai Tolikara memiliki modal sosial dan sejarah keagamaan yang kuat untuk ikut menyuarakan pesan perdamaian bagi Papua maupun Indonesia.

Sebagai salah satu wilayah pekabaran Injil di kawasan Pegunungan Tengah Papua, Tolikara diharapkan tidak hanya mempertahankan nilai sejarah tersebut, tetapi menjadikannya sebagai energi untuk mendorong perubahan kehidupan masyarakat.

Ia mengajak gereja dan tokoh agama terus menghadirkan karya yang memberikan manfaat langsung, terutama dalam pendidikan, pembentukan karakter, penguatan kehidupan sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Tolikara sebagai salah satu wilayah pekabaran Injil di Pegunungan Tengah jangan pernah lelah mewartakan Injil sebagai kabar baik. Semangat tersebut harus menjadi spirit perubahan dan pembangunan bagi masa depan masyarakat Papua,” katanya.

Agama dan Pembangunan Tak Bisa Dipisahkan

Kementerian Agama juga menilai pembangunan sektor agama memiliki hubungan erat dengan pembangunan manusia.

Pendidikan agama yang berkualitas, keberadaan rumah ibadah yang layak dan penguatan kapasitas tokoh agama dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat yang memiliki karakter serta mampu menjaga kehidupan bersama.

Dalam dialog tersebut, sejumlah tokoh agama menyampaikan aspirasi terkait perhatian pemerintah terhadap pendidikan agama serta pembangunan sarana dan prasarana rumah ibadah.

Luksen memastikan aspirasi tersebut menjadi bagian dari perhatian Kementerian Agama dalam memperkuat pembangunan bidang agama di Papua.

Ia mengatakan Kementerian Agama akan terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah melalui berbagai program strategis, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Kemenag Papua Dorong MTQ Jadi Perekat Persatuan di Jayapura

“Pembangunan harus menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah perlu terus memperkuat sinergi agar program pembangunan di bidang agama benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Pesan Perdamaian dari Pegunungan Papua

Dialog dan Festival Budaya Religi Tolikara yang berlangsung 10–13 Agustus 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda kebudayaan dan keagamaan.

Forum tersebut menjadi ruang mempertemukan pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, aparat keamanan dan masyarakat untuk memperkuat komitmen menjaga kerukunan.

Luksen berharap pesan yang lahir dari Tolikara dapat menjadi contoh bahwa perbedaan agama, budaya maupun latar belakang tidak harus menjadi sumber perpecahan.

“Dari Tolikara kita ingin menyampaikan pesan kepada Indonesia bahwa perdamaian adalah tanggung jawab kita bersama. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan,” tuturnya.

Ia menegaskan keberhasilan pembangunan Papua membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah menyediakan kebijakan dan program, sementara gereja, tokoh agama, tokoh adat, dunia pendidikan dan masyarakat memiliki peran memastikan pembangunan tersebut berjalan dalam suasana aman, damai dan berkeadilan.

Bagi Kementerian Agama, memperkuat perdamaian di Papua bukan hanya tentang meredam konflik, tetapi membangun fondasi sosial yang memungkinkan masyarakat berkembang melalui pendidikan, kehidupan keagamaan dan kerja sama lintas kelompok.(Rilis)

Berita Terkait

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga
SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura
Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura
Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:36 WIB

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura

Rabu, 2 September 2026 - 08:16 WIB

Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya