Jayapura,Papuaterdepan.com— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI menegaskan pentingnya sinergi dan harmonisasi dalam pengelolaan urusan agama Kristen, khususnya di wilayah Tanah Papua.
Pesan strategis ini disampaikan langsung oleh Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI, Luksen Jems Mayor, saat memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Bimas Kristen di Aula Sasana Krida Bakti, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Papua, Senin (2/2/2026).
Kegiatan yang digelar secara hibrida (luring dan daring) ini turut dihadiri oleh para Kepala Seksi dan Penyuluh Agama Kristen se-Provinsi Papua, guna memastikan pemerataan informasi hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Selaras dengan Renstra dan Tepat Sasaran
Dalam arahannya, Luksen Jems Mayor mengapresiasi jajaran Kanwil Kemenag Papua yang telah memfasilitasi forum pembinaan tersebut. Ia mengingatkan bahwa seluruh kebijakan dan program keagamaan harus berjalan searah dengan Rencana Strategis (Renstra) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Tugas Direktorat adalah memastikan adanya harmonisasi kebijakan dan program sampai ke tingkat kabupaten dan kota. Karena itu, seluruh pelaksanaan program harus selaras dengan Renstra dan dikelola secara efektif serta efisien sesuai dengan anggaran yang tersedia,” ujar Luksen.
Lebih lanjut, Luksen menegaskan komitmen pusat untuk memberikan perhatian khusus kepada Papua. Menurutnya, letak geografis dan besarnya tanggung jawab pelayanan keagamaan di Papua membutuhkan rumusan kebijakan yang presisi. Oleh karena itu, masukan langsung dari para ASN dan penyuluh di daerah sangat krusial agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran.
Momentum Klarifikasi Kebijakan Pusat
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, menyambut baik kehadiran pimpinan pusat di Jayapura. Di tengah kebijakan efisiensi perjalanan dinas, kehadiran Direktur Urusan Agama Kristen dinilai memberikan pencerahan yang sangat dibutuhkan oleh jajaran di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperoleh penjelasan langsung, terutama terkait kebijakan, regulasi, serta berbagai persoalan teknis yang selama ini menjadi perhatian di daerah,” ucap Klemens Taran.
Kakanwil pun mendorong seluruh ASN dan penyuluh yang hadir untuk mengoptimalkan ruang dialog tersebut. Ia meminta peserta tidak ragu menyampaikan kendala lapangan, baik secara lisan maupun tertulis, guna mendapatkan solusi konkret dari pemerintah pusat.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Kemenag berharap koordinasi antara pusat dan daerah semakin solid, sehingga bermuara pada peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan urusan agama Kristen bagi masyarakat di Tanah Papua.








