Konsolidasi Pendidikan Se-Papua 2026, Uji Komitmen Pemerataan dan Sinkronisasi Program

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA, Papuaterdepan.com — Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua Tahun 2026 menjadi ajang penyelarasan kebijakan lintas provinsi sekaligus ujian komitmen pemerintah dalam menjawab persoalan mutu dan pemerataan pendidikan di wilayah ini.

Forum yang mempertemukan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan itu digelar oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Papua sebagai langkah menyatukan arah program pendidikan dasar dan menengah di Papua.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah, Fedy Jitmau, menilai konsolidasi tersebut penting untuk memastikan kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara konkret di daerah.

“Kegiatan ini bermanfaat untuk mempersiapkan langkah-langkah peningkatan mutu pendidikan di Tanah Papua. Harapannya tidak berhenti di sini, tetapi terus diperluas ke seluruh wilayah,” ujarnya di temui media di Jayapura, Kamis,(26/2/2026).

Baca Juga :  Silaturahmi Ramadan, Kemenag Papua Hadiri Buka Puasa Bersama Gubernur Mathius Fakhiri

Fedy menegaskan, perhatian terhadap pendidikan tidak boleh terpusat di satu provinsi atau wilayah tertentu. Dengan kondisi geografis dan tantangan layanan publik yang beragam, pemerataan pendidikan dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Keterlibatan lembaga masyarakat adat, dinas sosial, perencanaan, dan dinas pendidikan menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak bisa diselesaikan satu sektor saja. Ini harus menjadi model kolaborasi bersama,” katanya.

Kepala BPMP Papua, Junus Simangunsong, menekankan bahwa perbedaan administratif antarprovinsi di Papua tidak boleh menghambat kesamaan arah kebijakan pendidikan.

“Kalau berjalan sendiri-sendiri tentu tidak maksimal. Provinsinya boleh berbeda, tetapi tujuan pendidikan harus sama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsolidasi diikuti perwakilan dinas pendidikan kabupaten/kota, badan perencanaan pembangunan daerah, lembaga masyarakat adat, serta delegasi dari empat provinsi di Papua. Forum ini juga menjadi ruang untuk memetakan isu-isu strategis yang akan ditindaklanjuti melalui diskusi lanjutan.

Baca Juga :  Papua Pegunungan Konsolidasikan Program Pendidikan Dasar dan Menengah

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Papua, Marhen Medlama Tabenak, mengapresiasi pelaksanaan konsolidasi tersebut. Menurut dia, penyamaan isu strategis penting agar program prioritas tidak tumpang tindih dan lebih terintegrasi.

“Kegiatan seperti ini ke depan perlu dilakukan juga di provinsi lain di Papua, tidak hanya di provinsi induk,” ujarnya.

Agenda lanjutan direncanakan digelar pekan depan di wilayah pegunungan untuk mengintegrasikan usulan program pendidikan daerah. Pemerintah daerah diminta menyampaikan usulan paling lambat 2 Maret 2026.

Konsolidasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi forum seremonial, melainkan menghasilkan langkah terukur untuk memperkuat mutu, pemerataan, dan keadilan layanan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Tanah Papua.(Redaksi)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya