Leburkan Identitas Denominasi, Kemenag Papua dan RRI Hadirkan Negara di Ruang Udara

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com — Di tengah kentalnya keragaman aliran dan sinode gereja di Tanah Papua, Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan posisinya. Melalui kolaborasi penyiaran bersama LPP RRI Jayapura, para penyuluh agama Kristen diminta menanggalkan identitas denominasi gerejanya masing-masing saat mengudara. Mimbar udara harus murni menjadi wajah negara yang mengayomi seluruh umat tanpa sekat.

Sikap tegas ini mengemuka dalam rapat koordinasi hibrida antara Kanwil Kemenag Papua dan LPP RRI Jayapura, Kamis (29/1/2026). Rapat tersebut tak sekadar membahas jadwal teknis, tetapi menjadi ajang kalibrasi ulang tentang makna kehadiran negara di tengah masyarakat Papua.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Papua, Yoses Cipuk Hariani, menyoroti pentingnya siaran yang inklusif. Menurutnya, corong radio publik tidak boleh menjadi panggung eksklusif bagi kelompok gereja tertentu.

“Ketika kita hadir sebagai penyuluh, yang kita bawa adalah institusi Kementerian Agama, bukan sinode gereja tertentu. Ini sangat krusial agar kehadiran negara benar-benar diakui dan dirasakan oleh seluruh umat Kristen yang terjangkau sinyal RRI di Tanah Papua,” tegas Cipuk.

Baca Juga :  SPMB SMA Negeri 2 Jayapura Diserbu Pendaftar, Kuota Tersedia 432 Siswa

Menguji Integritas Tanpa “Amplop”

Di luar urusan teologis, Kemenag Papua juga mengambil langkah tajam terkait integritas birokrasi. Cipuk secara terbuka menegaskan bahwa siaran keagamaan ini berjalan sepenuhnya tanpa dukungan biaya operasional tambahan, baik dari dompet Kemenag maupun RRI.

Langkah ini mendobrak kebiasaan lama yang kerap mengaitkan penugasan luar kantor dengan uang jalan. Sebagai gantinya, jam terbang penyuluh di radio akan dikonversi menjadi penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang berdampak langsung pada tunjangan kinerja (tukin) bulanan mereka.

“Sejak awal kami garis bawahi, tidak ada biaya operasional. Ini murni pelayanan. Inilah saatnya membuktikan moto ‘Ikhlas Beramal’ bahwa Kemenag hadir melalui kerja nyata, bukan sekadar lewat doa dan khotbah,” paparnya.

Demi pemerataan, Kemenag mengambil alih penuh kendali penjadwalan. Kanwil akan merotasi secara tertib para penyuluh yang tersebar di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, hingga Kabupaten Keerom untuk mengisi slot rekaman setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00–14.00 WIT.

Baca Juga :  Luluskan Delapan Siswa, Nava Dhammasekha Numbay Gaungkan Pendidikan Inklusif untuk Semua Anak

Keluar dari Monolog Kaku

Dari sisi lembaga penyiaran, RRI tak ingin program keagamaan terjebak dalam format monolog yang monoton. Kepala Tim Konten Media Baru LPP RRI Jayapura, Martha Batti, menantang para penyuluh untuk keluar dari zona nyaman dan melakukan inovasi siaran.

Martha mengusulkan perombakan format, khususnya untuk program Renungan Pagi. Ia berharap siraman rohani ke depan bisa dikemas dalam bentuk dialog santai dua arah yang lebih cair dan membumi dengan realitas keseharian masyarakat Papua, tanpa harus mengorbankan kedalaman teologis.

“Kolaborasi ini adalah tanggung jawab bersama. Kita harus menghadirkan siaran yang tidak hanya sarat pesan rohani, tetapi juga mencerminkan nilai budaya dan keberagaman Papua itu sendiri,” ujar Martha.

Saat ini, RRI telah mengalokasikan slot khusus untuk Bimas Kristen Protestan. Di Programa 1, siaran mengudara setiap Senin dan Minggu (Renungan Pagi pukul 05.00 WIT dan Mimbar Agama pukul 19.30 WIT). Sementara di Programa 4, Renungan Pagi hadir saban subuh pada hari Selasa dan Kamis.(Rilis_

Berita Terkait

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap
Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat
Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru
Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi
Merah Putih Menghiasi Mumugu, Satgas Yonif 300 dan Warga Rayakan HUT RI ke-81 dengan Gotong Royong
Lomba 17 Agustus hingga Tarian Adat Warnai Perayaan HUT RI di Aurimi Sarmi
Dari Kenyam untuk Indonesia, Satgas Yonif 300/Brajawijaya Gelar Upacara dan Lomba Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya