Papuaterdepan.com, Jayapura,– Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Papua menggelar Lokasabha VI di Wantilan Prajaloka Pura Agung Surya Bhuvana, Jayapura, Sabtu (30/8/2025). Agenda lima tahunan ini dibuka secara resmi oleh Pj. Gubernur Papua yang diwakili Staf Ahli Bidang Pengembangan Masyarakat, Adat, dan Budaya, Matias Benoni Mano.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, melalui Pembimas Hindu I Wayan Wira Adnyana, menegaskan bahwa Lokasabha menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat peran dalam membangun Papua yang damai dan harmonis.
“Papua adalah tanah damai dan keberagaman. PHDI harus hadir sebagai mitra aktif pemerintah, terutama dalam membumikan moderasi beragama, pendidikan spiritual, dan penguatan karakter umat,” ujar Wayan saat membacakan sambutan Kakanwil.
Lokasabha kali ini mengusung tema: “Sinergi PHDI Bersama Pemerintah untuk Pembinaan Umat yang Sejahtera, Cerdas, dan Berkelanjutan dalam Mendukung Pembangunan Tanah Papua yang Damai.”
Ketua PHDI Papua, I Komang A. Wardana, menekankan perlunya kepemimpinan visioner dan inklusif yang mampu menjawab kebutuhan umat Hindu di Tanah Papua. Sementara itu, Sekretaris Umum PHDI Pusat, I Ketut Budiasa, mengingatkan agar forum ini menjadi ruang merumuskan program kerja yang memperkuat persatuan dan pelayanan umat.
Ketua Panitia Lokasabha VI, I Made Sudayasa, melaporkan sebanyak 75 peserta hadir mewakili pengurus PHDI, lembaga Hindu, dan perwakilan kabupaten/kota se-Papua. Forum membahas evaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus menetapkan pengurus baru periode 2025–2030.
Dalam sambutan tertulisnya, Pj. Gubernur Papua menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan PHDI dalam pembinaan umat, pemberdayaan sosial-ekonomi, serta pelestarian budaya Hindu Nusantara.
Pembukaan Lokasabha berlangsung khidmat dengan rangkaian lagu Indonesia Raya, tari pendet, pembacaan Wedawakya, serta doa penutup diiringi lagu Tanah Papua.









