LPMQ hadirkan program Tadarus Al-Qur’an Inklusi

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KOMPAS.com – Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama menghadirkan program Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI) selama Ramadan 1447 Hijriah guna memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas.

Program ini ditujukan bagi penyandang disabilitas netra, tuli, dan bisu agar tetap dapat mengikuti kegiatan tadarus dan memahami isi Al-Qur’an selama bulan suci.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Abdul Aziz Shidqi, mengatakan Ramadan merupakan momentum penting untuk mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia.

“Kesempatan membaca dan memahami Al-Qur’an harus terbuka bagi semua orang, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” kata Abdul Aziz di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, program Tadarus Al-Qur’an Inklusi diselenggarakan secara daring melalui Zoom setiap Senin hingga Kamis pukul 12.50–14.00 WIB, mulai 23 Februari hingga 12 Maret 2026.

Baca Juga :  Kemenag Papua ingatkan ASN Program kerja harus tepat Sasaran

Menurut Abdul Aziz, LPMQ telah menyiapkan dua jenis mushaf Al-Qur’an yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas, yakni Al-Qur’an Braille untuk penyandang disabilitas netra dan Al-Qur’an Isyarat untuk penyandang disabilitas tuli dan bisu.

Ia menjelaskan, mushaf Al-Qur’an Braille memungkinkan penyandang disabilitas netra membaca ayat-ayat Al-Qur’an melalui sentuhan jari.

“Melalui mushaf Al-Qur’an Braille yang telah ditashih oleh LPMQ, jemari mereka menjadi ‘mata’ yang membaca setiap huruf firman Allah,” ujarnya.

Selain itu, LPMQ juga mengembangkan Al-Qur’an Isyarat yang memungkinkan penyandang disabilitas tuli dan bisu memahami makna ayat melalui gerakan tangan yang terstruktur.

Baca Juga :  Diserang Hoaks, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zero Tolerance untuk Kekerasan Seksual

Metode ini memadukan pendekatan kitabah (penulisan) dan tilawah sehingga pesan Al-Qur’an dapat dipahami melalui bahasa isyarat yang terstandar.

Abdul Aziz mengatakan kehadiran Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang lebih inklusif di era modern.

“Setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Program ini diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an,” katanya.

Melalui program TAQI, Kementerian Agama berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum penguatan ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses dan memahami kitab suci tersebut tanpa terkendala keterbatasan fisik.(Rilis)

Berita Terkait

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan
Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian
Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan
Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua
Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:32 WIB

ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya