Refleksi Akhir Tahun, Menag Nasaruddin Umar: Agama Harus Jadi Spirit Bangun Bangsa

- Redaksi

Kamis, 23 Januari 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Kemenag – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan berbagai program berdampak sepanjang tahun 2025 yang telah menuai apresiasi masyarakat. Meski demikian, Menag menegaskan bahwa keberhasilan Kementerian Agama tidak bisa hanya diukur dari indikator formal semata, melainkan seberapa dekat umat dengan ajaran agamanya.

Hal tersebut disampaikan Menag dalam dialog media bertajuk “Refleksi Kinerja 2025” yang digelar di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

“Jika umat makin dekat dengan ajaran agama, kita bisa lega dan bernafas. Makin dekat umat dengan ajaran agama, pasti jauh dari kriminalitas, produktivitas meningkat, dan kedamaian terjadi,” ujar Menag.

Ia meyakini bahwa agama memiliki kekuatan untuk menjadi etos dan spirit yang membangkitkan semangat umat dalam membangun peradaban bangsa.

Capaian Strategis 2025

Dalam setahun lebih Kabinet Merah Putih bekerja, Kementerian Agama mencatatkan sejumlah capaian signifikan. Salah satu yang paling menonjol adalah Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) yang mencapai skor 77,89%, angka tertinggi sejak survei dilakukan pada 2015.

Tahun 2025 juga menjadi momen transisi kelembagaan yang krusial. Dengan mandirinya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan beralihnya pengelolaan haji ke Kementerian Haji dan Umrah mulai tahun depan, Kemenag kini semakin fokus pada tugas mendasar: pendidikan agama dan kerukunan.

Baca Juga :  Diutus Prabowo, Menag Terbang ke Mesir Bahas Pembukaan Cabang Al-Azhar dan Isu Ekoteologi

“Tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi dan kekayaan negara tanpa kerukunan. Alhamdulillah pemerintah bisa ciptakan kerukunan, stabilitas ekonomi, dan stabilitas politik yang luar biasa,” tegas Menag.

Selain itu, kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren diharapkan semakin mengoptimalkan peran negara dalam memaksimalkan tiga fungsi pesantren: sebagai tafaqquh fid din (pendalaman agama), lembaga dakwah, dan pemberdayaan umat.

Ekoteologi dan Kurikulum Cinta

Menag juga menyoroti pentingnya program penguatan Ekoteologi dan Kurikulum Cinta yang dinilai makin kontekstual di tengah bencana alam yang melanda Aceh dan Sumatra. Menag menekankan perlunya “Green Theology” atau teologi ramah lingkungan.

“Tanpa bahasa agama, tidak mungkin manusia bisa menciptakan kesadaran umat untuk memelihara lingkungan. Tugas kita siapkan landasan bagi generasi mendatang,” ucapnya, seraya menargetkan implementasi maksimal dalam 4-5 tahun ke depan.

Baca Juga :  Umat Buddha Papua Ikuti Hening Nusantara, Gaungkan Pesan Damai untuk Indonesia

Terkait persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kemenag telah menggulirkan program Masjid Ramah Pemudik yang melibatkan 6.859 masjid di 27 provinsi, berlangsung dari 23 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. “Rumah ibadah adalah rumah kemanusiaan,” imbuhnya.

Transformasi dan Pemberdayaan Umat

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, yang turut hadir dalam acara tersebut memaparkan sejumlah capaian kuantitatif yang menjadi instrumen transformasi fundamental Kemenag sepanjang 2025:

Pendidikan: Sertifikasi 101 ribu guru dalam setahun—rekor sejarah baru—serta transformasi 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dari institut menjadi universitas.

SDM: Pelantikan 120 ribu pegawai (CPNS dan PPPK) untuk mendukung Asta Cita Presiden.

Ekonomi Umat: * Sertifikasi 20 ribu tanah wakaf berkat sinergi dengan Kementerian ATR.

Pembinaan 17 Kota Wakaf dengan dampak ekonomi mencapai Rp6,1 Triliun.

Pengembangan 75 Kampung Zakat.

Pertumbuhan dana zakat nasional yang diproyeksikan menembus Rp50 Triliun tahun ini.

“Kami punya mimpi Kemenag dalam kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar bisa mengumpulkan dana triliunan untuk pemberdayaan ekonomi umat,” tandas Kamaruddin.(Rilis)

Berita Terkait

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama
Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi
Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru
Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan
PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai
PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan
Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga
BMP RI dan Pemkot Jayapura Turun Tangan Pulihkan Wai Mhorock Pascabanjir, 150 Paket Sembako Disalurkan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:51 WIB

Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya