BPK Wilayah XXII Perkenalkan Makanan Tradisonal lewat Festival Kuliner di Jayapura

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepan.com, Jayapura,- Balai Pelastarian kebudayaan Wilayah XXII Papua menggelar festival makanan tradisonal di Aula Sanggar Semadi St. Clara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (28/7). Kegiatan ini untuk mengangkat, mengembangkan dan mempertahankan makanan khas tradisional yang ada di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura Elisa Yarusabra didampingi Kepala Balai Pelastarian kebudayaan Wilayah XXII Papua Desy Polla Usmany membuka kegiatan Festival makanan tradisonal.

Kepala Balai Pelastarian kebudayaan Wilayah XXII Papua Desy Polla Usmany mengatakan festival masakan tradisional dilaksanakan dengan menggabungkan kelompok mama-mama papua, dan pemudi didaerah setempat untuk lebih kreatif dalam mengolah bahan makanan khas setempat untuk dijadikan masakan atau makanan yang luar biasa dengan penampilan dan rasa yang kekinian tanpa meninggalkan keaslian khasnya.

“ Sehingga makanan khas Papua khususnya di Kabupaten Jayapura menjadi makanan yang menarik dan di gemari oleh generasi saat ini untuk tetap melestarikan, mengembangkan dan memperkenalkan makanan tradisional ini bukan hanya di daerah setempat namun lebih dipromosikan makanan tradisional ke kekalangan yang lebih luas,” ujar Desy Polla Usmany

Lanjut Desy, festival ini bertujuan agar Pemuda Pemudi mampu mengenal dan mengolah makanan tradisional yang berasal dari bahan hasil alam dan hasil laut.

Baca Juga :  IPARI Papua Diminta Hadirkan Program yang Menyentuh Langsung Masyarakat

“ Meningkatkan kreatifitas masyarakat khususnya mama-mama papua dalam mengolah dan mengembangkan makanan khas didaerah setempat. Guna diolah dikonsumsi sehari-hari dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,” ucap Kepala BPK Wilayah XXII

Ditempat yang sama Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura Elisa Yarusabra menjelaskan festival ini ajang promosi dan pemerintah daerah setempat menyambut baik untuk terus di lakukan pembinaan dan pendampingan karena mama-mama Papua mempunyai potensi untuk membuat makanan tradisonal menjadi menu yang baik.

“ Menu ini tidak kalah saing dengan makanan-makanan yang kita makan rumah makan dan kantin karena rasa dan nikmanya lebih terasa,” ungkap Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura

Elisa Yarusabra menyebut Kegiatan ini sangat baik dan ini menjadi promosi pariwisata Pemkab Jayapura kedepan.
“ kita berharap disemua tempat-tempat pariwisata didukung dengan kuliner makanan khas tradisonal,” tuturnya.

Salah satu peserta Warga Yahim Emmy Suebu menyampaikan dirinya sangat senang adanya festival kuliner makanan tradisonal yang di laksanakan Balai Pelastarian kebudayaan Wilayah XXII Papua sehingga mama-mama Papua bisa mengelola makanan tradisional yang ada menjadi satu hal yang baik dan dapat bernilai dan dapat di jual sehingga dapat membantu prekonomian didalam keluarga.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Sentil Pengurus IPARI: Jangan Cuma Bikin Program Bagus di Atas Kertas!

“ dari bahan dasar ikan , sagu, keladi yang ada kita bisa kelola dan buat sesuatu yang lebih bagus dan modern Kita tahu bahwa makanan tradisional juga merupakan ciri khas dari suatu daerah yang sangat penting untuk dilestarikan dan dipertahankan ,” jelasnya

Kegiatan festival makanan tradisonal yang di gelar Balai Pelastarian Kebudayaan Wilayah XX Papua berlangsung dari tanggal 28-30 Juli 2025, di ikuti 25 kelompok mama-mama yang ada di Kabupaten Jayapura,Papua.

Dengan perkembangan zaman saat ini generasi muda saat ini sudah mulai kurang berminat untuk mengkonsumsi makanan tradisional, disebabkan salah satunya karena cara pengolahan makanan yang tidak sesuai dengan selera makan dari pada generasi muda saat ini sehingga timbul kebosanan pada saat menikmatinya. Oleh sebab itu, perlu dipikirkan bagaimana cara mengolah bahan makanan tersebut agar menarik minat dari pada generasi saat ini. **(Redaksi)

Berita Terkait

SMPN 2 Jayapura Gandeng Orang Tua dalam MPLS Ramah, Perkuat Adaptasi dan Karakter Siswa Baru
BAZNAS Papua Bersiap Masuki Era Kepemimpinan Baru, Lima Nama Resmi Ditetapkan
Perebutan Kursi Wakil Bupati Nduga Kembali Bergulir, Tim Maniap Kogoya Minta Proses Diulang
BULOG dukung percepatan pengembangan lumbung pangan nasional di Merauke
Bakti Sosial dan Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Persaudaraan di Skouw Sae
Kepala Suku Sembra Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Tobati-Enggros
BMP RI Gelar Konvoi Merah Putih dan Bakti Sosial untuk Warga Jayapura
Muharram Jadi Momentum Muhasabah, ASN Kemenag Papua Diajak Perkuat Salat dan Integritas

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:14 WIB

SMPN 2 Jayapura Gandeng Orang Tua dalam MPLS Ramah, Perkuat Adaptasi dan Karakter Siswa Baru

Senin, 6 Juli 2026 - 06:53 WIB

BAZNAS Papua Bersiap Masuki Era Kepemimpinan Baru, Lima Nama Resmi Ditetapkan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:23 WIB

Perebutan Kursi Wakil Bupati Nduga Kembali Bergulir, Tim Maniap Kogoya Minta Proses Diulang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:22 WIB

BULOG dukung percepatan pengembangan lumbung pangan nasional di Merauke

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:24 WIB

Kepala Suku Sembra Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Tobati-Enggros

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya