Papuaterdepan.com,Jayapura — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua mendorong terwujudnya Kampung Zakat dan Wakaf sebagai salah satu program strategis untuk menguatkan kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat.
Hal itu diwujudkan melalui rapat koordinasi persiapan launching Kampung Zakat Kabupaten Jayapura, yang digelar di ruang rapat “Amsal Yowei”, Rabu (20/8/2025). Pertemuan dipimpin oleh Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Papua, Rita Wahyuningsih, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kemenag Kabupaten Jayapura, pemerintah kampung, BAZNAS, hingga LAZ As Salaam.
Dua kampung di Kabupaten Jayapura, Sabron Sari dan Karya Bumi, ditetapkan sebagai Kampung Zakat Reborn. Sebelumnya, program ini sudah dicanangkan, namun belum berjalan optimal. Kini, pemerintah memastikan program tersebut kembali digulirkan secara berkelanjutan selama tiga tahun ke depan.
“Kami ingin mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat, agar pelaksanaan Kampung Zakat benar-benar sesuai kebutuhan warga,” jelas Rita.
Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari perhatian Menteri Agama bagi Papua.
“Kampung Zakat harus menjadi bukti bahwa Papua bisa berhasil mengelola kepercayaan ini. Program ini bukan hanya soal zakat, tapi juga kesehatan, pendidikan, dan pertanian,” ujarnya.
Dana bantuan untuk dua kampung zakat ini telah dialokasikan sejak 2024 dan akan dicairkan tahun 2025. Selain itu, satu kampung baru, Nimbokrang, tengah dipersiapkan untuk menyusul sebagai penerima manfaat.
Dengan adanya program ini, Papua diharapkan tidak hanya mendapat perhatian lebih dalam skema zakat nasional, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat di tingkat kampung.









