JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua mendorong penyuluh agama Islam untuk aktif memproduksi konten digital bertema moderasi beragama sebagai upaya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengembangan Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kota Jayapura yang dirangkai dengan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif bagi Penyuluh Agama Islam Tahun 2025.
Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan nilai toleransi di tingkat akar rumput sekaligus peningkatan kapasitas penyuluh agama dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Ani Matdoan, mengatakan bahwa Jayapura merupakan miniatur Indonesia dengan keberagaman iman, suku, dan budaya. Kondisi tersebut, menurut dia, membutuhkan pengelolaan literasi keagamaan yang inklusif dan moderat.
“Perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan untuk hidup rukun, bukan sebaliknya,” ujar Ani saat memberikan sambutan kepada para peserta pelatihan.
Ia menilai peran penyuluh agama semakin strategis karena masyarakat kini banyak mengakses konten keagamaan melalui platform digital. Oleh karena itu, penyuluh tidak cukup hanya menyampaikan pesan keagamaan melalui mimbar, tetapi juga harus hadir aktif di ruang digital.
Melalui pelatihan pembuatan konten kreatif, Kemenag Papua berharap penyuluh mampu menjadi produsen narasi moderasi beragama yang menyejukkan serta berkontribusi dalam membanjiri ruang siber dengan pesan damai dan toleran.
Selain penguatan di ranah digital, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya Kampung Moderasi Beragama sebagai ruang praktik hidup bersama yang menjunjung nilai toleransi, musyawarah, dan keadilan sosial, selaras dengan kearifan lokal Papua.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 penyuluh agama Islam dari Kota Jayapura. Kemenag Papua berharap hasil kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum pelatihan, tetapi dapat diwujudkan dalam gerakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat dan penguatan kerukunan umat beragama di Papua.(Rilis)









