HAB ke-79 Kemenag Menjaga Kerukunan Umat dan ciptakan harmoni di Papua

- Redaksi

Jumat, 3 Januari 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

papuaterdepan.com, Jayapura,- Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua menggelar upacara di Pondok Pesantren Hidayatullah Jayapura, pada Jum’at (3/1/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga honorer, serta berbagai undangan dari instansi terkait. Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, bertindak sebagai inspektur upacara.

Peringatan ini diselenggarakan sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 36 Tahun 2024 tentang Pedoman Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79. Tema peringatan tahun ini adalah “Umat Rukun Menuju Indonesia Emas.”

Dalam sambutannya, Klemens Taran membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia. Ia mengawali dengan mengingatkan sejarah berdirinya Kementerian Agama pada 3 Januari 1946, ketika Menteri Agama pertama, H.M. Rasjidi, dilantik dalam Kabinet Sjahrir II.

Menteri Agama menekankan pentingnya peran Kementerian Agama sebagai penjaga kerukunan umat beragama untuk menciptakan harmoni di tengah masyarakat.

“Hari Amal Bakti ke-79 ini menjadi pengingat atas tugas penting kita untuk mendekatkan umat dengan nilai-nilai agama, menjaga religiusitas masyarakat, dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin ajak Umat Konghucu bersatu walapun beda keyakinan

Melalui amanat tersebut, Menteri Agama juga menekankan bahwa kerukunan umat beragama adalah prasyarat utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas.

“Indonesia adalah negara besar dengan 17.508 pulau, 1.340 suku bangsa, 715 bahasa daerah, dan berbagai agama yang hidup berdampingan secara harmonis. Ini adalah anugerah Tuhan yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan global seperti kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan ancaman krisis pangan yang membutuhkan perhatian serius.

“Sebagai negara religius, Indonesia memiliki keistimewaan. Suara pemimpin agama sangat dinantikan untuk menjadi bagian dari solusi global, khususnya dalam pelestarian alam dan penguatan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan,” katanya.

Dalam konteks reformasi birokrasi, Menteri Agama mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas dan menjadi contoh dalam pencegahan korupsi.

“Kementerian Agama ibarat kain putih bersih. Sedikit noda akan sangat terlihat. Oleh karena itu, seluruh pimpinan dan pegawai harus menjadi agen perubahan, menjaga reputasi, dan meningkatkan kinerja pelayanan,” tegasnya.

Menteri Agama juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian Kemenag, termasuk penghargaan sebagai instansi pelayanan publik yang inklusif dan ramah terhadap kelompok rentan. Ia menutup amanatnya dengan ajakan kepada seluruh jajaran Kemenag untuk menjaga integritas, mencegah korupsi, dan menjadi contoh dalam pelayanan publik.

Baca Juga :  Kemenag Raih Indeks SPBE dengan Predikat Memuaskan di HAB ke-79

“Mari kita satukan langkah dan niat demi kemajuan agama, bangsa, dan negara,” tutupnya.

Pada upacara ini juga dilaksanakan penyerahan Anugerah Satyalancana Karya Satya 10/20/30 Tahun kepada 52 pegawai Kementerian Agama se-Provinsi Papua tahun 2025. Selain itu, dilakukan penyerahan petikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2025, serta penghargaan atas prestasi kinerja di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Papua.

Di antara prestasi tersebut, tercatat nama Minarsih, S. Pd., guru MTs Persiapan Negeri Keerom, yang meraih Gelar Guru Berdedikatif pada Anugerah Konstitusi Guru Madrasah Tahun 2024. Selain itu, Masjid Jami’ Nurul Huda Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, berhasil meraih Peringkat Terbaik 1 Tingkat Nasional dalam kategori Masjid Ramah Keragaman. Tak ketinggalan, Humas Kanwil Kemenag Provinsi Papua juga mendapat penghargaan dalam ajang Humas Kemenag Award 2024, dengan nominasi Pengelola Website Terbaik V Keterbukaan Informasi Publik, serta predikat ‘Informatif.**(Rilis Humas Kemenag)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya