JAYAPURA, PAPUATERDEPAN.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua secara resmi melepas dua mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Universitas Ottow Geissler Papua, Jumat (5/12/2025).
Acara pelepasan yang berlangsung di Ruang Rapat Amsal Yowei ini menandai berakhirnya masa magang selama satu bulan bagi Chris Laban Rerey dan Yosua Simbiak. Hadir dalam kesempatan tersebut Plh. Ketua Tim Umum dan Humas, Septi Sischa Tanggunian, serta JFT Pranata Humas, Dewi Anggraeni.
Dalam sambutannya, JFT Pranata Humas Kanwil Kemenag Papua, Dewi Anggraeni, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi kedua mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberadaan mahasiswa magang sangat membantu kelancaran tugas harian di Tim Umum dan Humas.
“Kinerja mereka sangat baik. Kanwil Kemenag Papua selalu berkomitmen membuka ruang bagi siswa dan mahasiswa untuk melaksanakan magang sebagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Dewi.
Peluang Karier bagi Mahasiswa Berprestasi
Dewi menekankan bahwa program magang di Kemenag Papua bukan sekadar formalitas akademik, melainkan bagian dari pembinaan generasi muda menghadapi dunia kerja. Ia bahkan mengungkapkan fakta menarik mengenai rekam jejak para peserta magang terdahulu.
“Tidak sedikit mahasiswa magang yang menunjukkan kinerja baik kemudian kami rekomendasikan sebagai tenaga honorer, dan beberapa di antaranya bahkan berhasil menjadi PNS maupun PPPK,” ungkap Dewi.
Hal ini menegaskan bahwa Kemenag Papua terbuka menjadi tempat belajar sekaligus batu loncatan karier bagi talenta-talenta muda yang berdedikasi.
Apresiasi dari Kampus
Sementara itu, Dosen Pembimbing dari Universitas Ottow Geissler Papua, Ermy Dikta Sumanik, menyampaikan terima kasih atas bimbingan yang diberikan pihak Kemenag.
“Mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kampus ke dalam dunia kerja nyata, khususnya dalam tugas-tugas administrasi, pengelolaan berita, dan pengarsipan surat,” kata Ermy.
Berdasarkan laporan mahasiswa, Ermy menilai lingkungan kerja di Kanwil Kemenag Papua sangat kondusif sehingga proses pembelajaran berjalan optimal.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat hubungan kemitraan antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Papua yang kompeten dan siap kerja.(rilis)









