Kemenag Perketat Seleksi Pimpinan BAZNAS Lewat PMA 10/2025, Tata Kelola Zakat Jadi Sorotan

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com — Kementerian Agama Republik Indonesia mempertegas langkah pembenahan tata kelola zakat nasional melalui penerbitan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Seleksi Calon Anggota Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pimpinan BAZNAS Provinsi, serta Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota.

Regulasi tersebut ditegaskan sebagai respons atas hasil monitoring dan evaluasi Kemenag yang menemukan persoalan mendasar dalam tata kelola lembaga zakat, mulai dari aspek kelembagaan hingga optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono Abdul Ghafur, dalam Sosialisasi PMA Nomor 10 Tahun 2025 secara daring, Jumat (30/1/2026), menegaskan bahwa persoalan tata kelola menjadi titik krusial yang harus dibenahi.

“Dari evaluasi kami, persoalan paling mendasar ada pada tata kelola. Tata kelola yang lemah berdampak langsung pada tidak optimalnya pengumpulan dan pendistribusian zakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penguatan tata kelola harus dimulai dari kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena itu, proses seleksi pimpinan dan pengurus Badan Amil Zakat Nasional tidak lagi boleh dipandang sebagai formalitas atau sekadar pengisian jabatan administratif.

Baca Juga :  Dirjen Bimas Katolik Soroti Penguatan SDM Papua, Kunjungan ke Keerom Fokus Pendidikan dan Pelayanan Umat

“Seleksi harus profesional, transparan, dan akuntabel. Kita membutuhkan figur yang tidak hanya memahami fikih zakat, tetapi juga memiliki kompetensi manajerial dan integritas,” tegas Waryono.

Menurutnya, lemahnya pengumpulan zakat di sejumlah daerah bukan semata persoalan teknis di lapangan, melainkan berakar pada kapasitas dan kualitas SDM pengelola.

“Kalau hulunya kuat, maka hilirnya akan kuat. SDM yang kompeten akan mendorong pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Waryono juga mengaitkan penguatan tata kelola zakat dengan agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong zakat sebagai instrumen strategis penguatan ekonomi umat.

“Zakat tidak boleh lagi dikelola secara biasa-biasa saja. Ia harus dikelola profesional dan memberi kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi umat,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT ke-81 RI, Kemenag Papua Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Pengabdian

Sementara itu, Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Rita Wahyuningsih, menyoroti implikasi teknis penerapan PMA di daerah, terutama terkait pimpinan BAZNAS yang berasal dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ia menegaskan bahwa regulasi tidak melarang ASN atau PPPK menjadi pimpinan atau wakil pimpinan BAZNAS, namun mensyaratkan pelaksanaan tugas secara penuh waktu.

“Jika berasal dari ASN atau PPPK dan tidak dapat menjalankan tugas secara full time, maka akan dilakukan proses penggantian,” ujarnya.

Rita menambahkan, mekanisme penggantian tersebut tidak melalui seleksi ulang sebagaimana diatur dalam PMA, melainkan melalui rekomendasi kepala daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui PMA Nomor 10 Tahun 2025, Kemenag menegaskan arah baru pengelolaan zakat nasional yang lebih profesional, terukur, dan akuntabel, dengan titik tekan pada penguatan SDM sebagai fondasi utama tata kelola lembaga zakat.(Rilis)

Berita Terkait

DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Mimika, Tiga Orang Diperiksa
Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah Binaan Lewat Patroli Humanis
Jelang Sumpah Pemuda, Generasi Muda Mamberamo Raya Tegaskan Komitmen Tolak Kekerasan
Rawat Adat, Perkuat Persaudaraan, Ondoafi Skouw Sae Ajak Pemuda Bangun Kampung Damai
Kepala Suku Manirem Dorong Pemuda Papua Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan dan NKRI
Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama
Ondoafi Kasukuwe Ajak Generasi Muda Sarmi Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan
Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:30 WIB

DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Mimika, Tiga Orang Diperiksa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah Binaan Lewat Patroli Humanis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Jelang Sumpah Pemuda, Generasi Muda Mamberamo Raya Tegaskan Komitmen Tolak Kekerasan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Rawat Adat, Perkuat Persaudaraan, Ondoafi Skouw Sae Ajak Pemuda Bangun Kampung Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya