Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga pejabat administrator di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Papua.
Prosesi pelantikan yang didasarkan pada Keputusan Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar ini diselenggarakan di Aula Sasana Krida Bakti Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Jayapura, pada Jumat (13/3/2026). Penataan ini dilakukan sebagai langkah strategis penguatan organisasi di tubuh Kemenag.
Daftar Tiga Pejabat yang Dilantik
Ketiga pejabat yang baru saja mengemban amanah baru tersebut adalah:
Muslimin Yelipele, S.Ag: Dilantik sebagai Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda di Bidang Haji dan Bimas Islam.
M. Muzakir A, S.Pd.I: Dilantik sebagai Kepala Bidang Pendidikan Islam. Sebelumnya menjabat sebagai Pamong Belajar Ahli Muda pada Bidang Pendidikan Islam.
Wilhelmus Kolyaan, S.Sos: Dilantik sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Asmat. Sebelumnya bertugas sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha di kantor yang sama.
Bukan Berdasarkan “Kedekatan”
Dalam arahannya, Klemens Taran menegaskan bahwa penunjukan ketiga pejabat ini murni melalui proses penilaian yang panjang. Ia menepis adanya faktor kedekatan personal atau latar belakang tertentu dalam proses pemilihan tersebut.
“Pelantikan ini bukan karena faktor kedekatan ataupun latar belakang tertentu. Semua melalui proses yang melihat rekam jejak, perjalanan karier, dan kinerja. Oleh karena itu, kepercayaan ini harus dijaga dengan pengabdian yang sungguh-sungguh,” tegas Klemens.
Kakanwil langsung memberikan instruksi cepat kepada para pejabat baru untuk segera kembali ke unit kerja dan melakukan rapat koordinasi internal. Kebiasaan atau pola kerja lama yang dinilai menghambat pelayanan publik harus segera diubah.
Bahkan, Klemens memberikan tenggat waktu khusus bagi ketiganya untuk membuktikan kapasitas kepemimpinan mereka. “Saya memberikan waktu 6 bulan untuk melakukan inovasi di internal. Setelah itu akan dilakukan evaluasi terhadap pencapaian yang telah dilakukan,” tambahnya.
Darurat Akurasi Data dan Respons Cepat
Selain menargetkan inovasi, Klemens memberikan penekanan khusus pada penguatan data dasar, terutama di bidang pendidikan Islam dan pelayanan keagamaan. Ia menginstruksikan agar seluruh pendataan madrasah, tenaga pendidik (guru), tempat ibadah, serta kondisi riil umat dilakukan secara akurat dan komprehensif.
“Ke depan tidak boleh ada lagi madrasah yang tidak tercatat atau guru yang tidak terdata. Semua harus memiliki data yang jelas. Data ini sangat penting karena sering kali Kemenag harus menyampaikan kondisi riil daerah dalam berbagai forum nasional,” urainya.
Terakhir, Kakanwil mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan komunikasi yang responsif dalam memimpin instansi. Ia mewajibkan jajarannya untuk selalu mengaktifkan jalur komunikasi dinas. “Mulai hari ini, dinas komunikasi harus selalu aktif. Telepon dan pesan terkait pekerjaan harus segera direspons. Ini penting karena banyak informasi yang membutuhkan respons cepat,” pungkasnya.(Rilis)









