Jayapura, Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat dan kenaikan jenjang jabatan fungsional kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya.
Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis dalam apel pagi yang berlangsung di halaman Kantor Wilayah Kemenag Papua, Jayapura, Senin (20/4/2026).
Apresiasi dan Motivasi Kinerja
Beberapa pegawai yang menerima SK tersebut di antaranya adalah Dwiharjanto, yang resmi naik pangkat menjadi Pembina (IV/a), serta Sri Maryati yang naik jenjang menjadi Pranata Humas Ahli Madya terhitung mulai 1 Maret 2026.
Klemens Taran menyatakan bahwa kenaikan pangkat ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi pegawai. Ia berharap capaian ini memicu semangat ASN lain untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Ini menjadi contoh bahwa setiap ASN memiliki peluang yang sama untuk berkembang sepanjang memenuhi syarat dan terus meningkatkan kapasitas diri,” ujar Klemens.
Pesan Tegas: Jaga Rahasia Jabatan
Di balik apresiasi tersebut, Kakanwil memberikan peringatan keras terkait integritas informasi di lingkungan kerja. Ia menyoroti pentingnya menjaga rahasia jabatan, terutama terkait kebijakan kepegawaian yang masih dalam tahap proses internal.
“Selama masih berproses, itu menjadi rahasia jabatan. Tidak boleh disampaikan keluar sebelum ada keputusan resmi,” tegasnya.
Selain masalah kerahasiaan informasi, Klemens juga mengingatkan seluruh jajaran agar siap menghadapi dinamika organisasi, termasuk perihal mutasi jabatan. Ia menegaskan bahwa mutasi adalah bagian dari pembinaan karier dan pemerataan SDM.
“Sebagai ASN, kita sudah menyatakan siap ditempatkan di seluruh wilayah NKRI. Tidak ada ruang untuk menolak kebijakan organisasi,” lanjut Klemens.
Kepedulian terhadap Aset Negara
Kakanwil juga menyelipkan pesan mengenai disiplin kecil yang berdampak besar, yakni pengamanan aset negara. Ia menyayangkan masih ditemukannya kelalaian seperti perangkat listrik yang tetap menyala atau ruangan yang tidak terkunci setelah jam kantor berakhir.
Menurutnya, pengabdian yang tulus harus tercermin dari cara pegawai menjaga fasilitas negara. “Pengabdian kita adalah untuk negara dan masyarakat, bukan semata-mata untuk pimpinan. Mari kita jaga komitmen itu,” pungkasnya. (Rilis)









