Jayapura,Papuaterdepan.com3 – Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi sarana krusial bagi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura untuk memperkokoh fondasi toleransi di Ibu Kota Provinsi Papua. Melalui kegiatan Halal Bihalal 1447 H yang digelar di Hotel Grand Abe, Selasa (21/04/2026), semangat kebersamaan antarumat beragama kembali digelorakan.
Acara ini mengusung tema sentral: “Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Perkokoh Kerukunan Umat Beragama untuk Kota Jayapura yang Religius, Damai, dan Sejahtera.” Sebuah narasi yang menegaskan posisi Jayapura sebagai barometer harmoni di Indonesia Timur.
Kehadiran Tokoh Lintas Sektor dan Lintas Iman
Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan kehadiran berbagai elemen penting. Turut hadir jajaran Pemerintah Kota Jayapura, Forkopimda, tokoh agama dari berbagai latar belakang keyakinan, pimpinan organisasi keagamaan, serta pejabat administrator dari lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Papua.
Wali Kota Jayapura, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten III Wali Kota, Dr. Ni Nyoman Sri Antari, memberikan penekanan khusus pada keberlanjutan toleransi.
“Menjaga kerukunan adalah tugas kolektif. Kita harus terus memperkuat persatuan antarumat beragama agar Kota Jayapura tetap menjadi rumah yang aman dan damai bagi siapa saja,” ujar Ni Nyoman Sri Antari saat membacakan pesan Wali Kota.
Apresiasi dan Penguatan Moderasi Beragama
Dukungan senada datang dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Papua. Diwakili oleh Kasubag TU, Dwiharjanto, pihak Kanwil menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kemenag Kota Jayapura dalam menyediakan wadah silaturahmi yang inklusif ini.
Puncak siraman rohani disampaikan oleh Prof. Dr. H. Idrus Alhamid. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Halal Bihalal sebagai seremonial tahunan, tetapi sebagai titik balik untuk menjaga harmoni dan kedamaian di atas keberagaman yang ada di Papua.
Komitmen Kemenag Kota Jayapura
Kepala Kantor Kemenag Kota Jayapura, Ani Matdoan, S.Ag, MM., mengungkapkan bahwa Halal Bihalal ini adalah momentum untuk menyatukan visi seluruh pegawai Kemenag dan masyarakat luas.
“Kami ingin membangun sinergi yang lebih kuat. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai toleransi dan persaudaraan bukan lagi sekadar slogan, melainkan napas dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Jayapura yang religius, damai, dan sejahtera,” tutur Ani Matdoan dengan optimis.
Acara ditutup dengan sesi bersalam-salaman dan ramah tamah, yang mencerminkan suasana persaudaraan yang kental antara jajaran Kemenag dengan para tokoh lintas agama di Kota Jayapura.(Rilis)









