Jayapura,Papuaterdepan.com – Kepengurusan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua segera terbentuk setelah lima calon pimpinan periode 2026–2031 resmi ditetapkan melalui proses seleksi yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Penetapan tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh tahapan seleksi yang dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan BAZNAS RI. Kelima calon pimpinan yang telah memperoleh persetujuan selanjutnya akan dilantik oleh Gubernur Papua untuk memimpin lembaga pengelola zakat itu selama lima tahun mendatang.
Anggota Panitia Seleksi BAZNAS Papua, Iman Djuniawal, mengatakan proses penjaringan dilakukan secara ketat mulai dari seleksi administrasi, ujian kompetensi, wawancara hingga verifikasi oleh BAZNAS RI.
Menurutnya, seluruh tahapan dirancang untuk menghasilkan pimpinan yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen dalam mengembangkan pengelolaan zakat di Papua.
“Proses seleksi telah selesai dan menghasilkan lima figur yang dinilai memenuhi kriteria untuk memimpin BAZNAS Papua periode berikutnya,” ujarnya.
Lima nama yang ditetapkan yakni Achmad Jaenuri, Muhamad Saleh, Mahfud Rohman Nahrowi, Toni V.M. Wanggai, dan Ismail Maswatu.
Usai bertemu Gubernur Papua, para pimpinan terpilih juga telah menggelar musyawarah internal untuk menyusun struktur organisasi dan pembagian tugas kepemimpinan. Dari hasil kesepakatan tersebut, Achmad Jaenuri dipercaya memimpin BAZNAS Papua sebagai ketua.
Pembagian tugas lainnya akan diumumkan secara resmi bersamaan dengan pelantikan yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Iman menjelaskan keberadaan kepengurusan baru sangat penting untuk memastikan seluruh program penghimpunan dan pendistribusian zakat tetap berjalan tanpa hambatan setelah masa tugas pengurus sebelumnya berakhir.
Selain menjaga kesinambungan organisasi, pimpinan baru juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pengelolaan zakat yang semakin kompleks, termasuk penguatan tata kelola dan perluasan jangkauan layanan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Papua terpilih, Achmad Jaenuri, menilai amanah yang diberikan bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk mengelola kepercayaan umat.
Ia mengatakan fokus awal kepengurusannya adalah memperkuat fondasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat, serta memperluas kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, potensi zakat di Papua masih sangat besar dan perlu dioptimalkan agar dapat memberikan dampak lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi dan kemandirian masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas antar pimpinan sebagai modal utama dalam menjalankan program-program organisasi ke depan.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, BAZNAS Papua diharapkan semakin aktif mengembangkan berbagai program strategis, mulai dari bantuan pendidikan, pemberdayaan usaha mikro, layanan kesehatan, hingga program kemanusiaan yang menyentuh masyarakat di berbagai wilayah Papua.
Kehadiran pimpinan baru juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pembangunan kesejahteraan di Tanah Papua.(Rilis)









