BANDUNG BARAT — Kementerian Agama (Kemenag) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total Rp596 juta bagi madrasah, guru, dan keluarga siswa yang terdampak bencana tanah longsor serta banjir di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada para penerima manfaat di Bandung Barat pada Minggu (1/2/2026).
Menag menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pusat pendidikan tetapi juga sebagai ruang pengabdian kemanusiaan. Oleh karena itu, pemulihan sarana prasarana madrasah dan kesejahteraan gurunya pascabencana menjadi prioritas pemerintah agar kegiatan belajar mengajar bisa segera normal kembali.
“Madrasah ini sangat berjasa. Dalam kondisi darurat pun tetap menjadi bagian dari upaya kemanusiaan. Karena itu, negara wajib memastikan madrasah dan para gurunya dapat bangkit kembali,” ungkap Menag Nasaruddin Umar.
Rincian Penyaluran Bantuan
Total dana bantuan sebesar Rp596 juta tersebut dialokasikan ke dalam beberapa program pemulihan dan santunan duka, dengan rincian sebagai berikut:
Rehabilitasi Rumah (Rp300 Juta): Digunakan untuk proses rekonstruksi dan perbaikan rumah guru madrasah yang mengalami rusak parah agar kembali aman dan layak huni.
Santunan Duka Siswa (Rp160 Juta): Diberikan kepada keluarga dari 10 siswa madrasah yang meninggal dunia akibat bencana alam tersebut, sebagai bentuk empati dan untuk meringankan beban keluarga.
Bantuan Sewa Rumah (Rp126 Juta): Dialokasikan bagi 21 guru madrasah yang terdampak untuk memastikan mereka memiliki tempat tinggal sementara yang layak selama masa pemulihan.
Biaya Pemulasaraan Jenazah (Rp10 Juta): Bantuan penanganan darurat agar proses pengurusan jenazah korban dapat dilakukan secara layak sebagai bentuk penghormatan dan tanggung jawab kemanusiaan.
Menag memastikan bahwa penyerahan bantuan ini bukanlah tahap akhir dari kehadiran negara. Ia telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenag, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk terus mendata dan mendampingi keluarga terdampak agar proses pemulihan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.(Rilis)









