Jayapura,Papuaterdepan.com – SMP Negeri 2 Jayapura melibatkan orang tua siswa dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok, S.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikbud Nomor 12 Tahun 2026 yang menekankan konsep MPLS Ramah dengan melibatkan orang tua pada awal kegiatan.
“Orang tua kami hadirkan sejak hari pertama agar memahami materi yang akan diterima anak-anak selama MPLS, sekaligus mengetahui peran mereka dalam mendampingi anak selama masa transisi memasuki jenjang pendidikan baru,” ujarnya di Jayapura,Senin (6/7).
Menurut Dorthea, salah satu materi utama yang diberikan kepada peserta didik adalah penerapan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, disertai penguatan budaya sekolah yang mencakup senyum, salam, sapa, santun, serta pembiasaan perilaku positif lainnya.
Ia menegaskan MPLS Ramah tidak lagi mengenal praktik perpeloncoan maupun kekerasan sebagaimana pernah terjadi pada masa lalu. Seluruh kegiatan difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, pengembangan potensi diri, serta pembentukan karakter peserta didik.
“Kami ingin anak-anak merasa nyaman, aman, dan diterima di lingkungan sekolah. MPLS menjadi sarana mengenalkan budaya sekolah sekaligus membangun karakter sejak awal,” katanya.
Dorthea menjelaskan, orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mendukung kebiasaan positif anak di rumah, seperti memastikan anak sarapan sebelum berangkat sekolah, tidur lebih awal, serta datang tepat waktu selama mengikuti MPLS yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026.
Selama lima hari pelaksanaan, siswa baru akan menerima berbagai materi sesuai petunjuk teknis, antara lain tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya sekolah, pendidikan kesehatan, pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), serta penyuluhan hukum bagi anak yang melibatkan aparat terkait.
Selain itu, sekolah juga menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan antarsiswa dan membangun suasana belajar yang kondusif pada awal tahun ajaran.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 2 Jayapura menerima sekitar 387 peserta didik baru yang terbagi dalam 11 rombongan belajar, dengan jumlah siswa setiap kelas berkisar 36 hingga 38 orang.
Dorthea menilai kebijakan MPLS Ramah merupakan langkah positif karena memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri tanpa peran orang tua. Tugas kami mendampingi anak selama berada di sekolah, sedangkan di luar jam belajar orang tualah yang berperan mengawasi pola makan, waktu istirahat, proses belajar, hingga pergaulan anak,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan berbagai pihak pendukung mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik sejak awal memasuki dunia pendidikan menengah pertama.(Gita)









