Keerom, Papuaterdepan.com – Di tengah berbagai dinamika keamanan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua, tokoh adat Kabupaten Keerom, Herman Yoku, S.IP., menyerukan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai persaudaraan, dan menolak segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil.
Seruan tersebut disampaikan Herman Yoku yang merupakan Kepala Suku Besar Wii-Kaya dalam kegiatan jumpa pers di Kampung Sanggaria, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, minggu (26/7/2026). Menurutnya, kedamaian dan keamanan merupakan modal utama bagi masyarakat untuk melanjutkan kehidupan, membangun daerah, serta mewariskan masa depan yang lebih baik kepada generasi muda Papua.
Dalam pernyataannya, Herman menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman yang ada. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat ikatan persaudaraan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Papua dibangun di atas nilai kebersamaan, saling menghormati, dan gotong royong. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Keerom untuk tetap menjaga persatuan dan tidak memberikan ruang bagi tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun keharmonisan yang selama ini kita pelihara bersama,” ujar Herman.
Ia menekankan bahwa setiap tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa, khususnya terhadap warga sipil, tidak sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Papua yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap kehidupan manusia.
Menurut Herman, adat Papua mengajarkan penyelesaian masalah melalui musyawarah, dialog, dan pendekatan kekeluargaan. Oleh sebab itu, penggunaan kekerasan yang merugikan masyarakat tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Kami sebagai masyarakat adat dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan yang menghilangkan nyawa atau menimbulkan penderitaan bagi masyarakat. Nilai adat mengajarkan kita untuk melindungi kehidupan, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Herman juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di Kabupaten Yahukimo yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi masa sulit.
“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan penghiburan. Peristiwa seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perdamaian adalah sesuatu yang harus terus dijaga,” katanya.
Lebih lanjut, Herman mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga masyarakat di tingkat kampung.
Ia mengajak seluruh warga Keerom untuk menjadi pelopor perdamaian dengan menjaga kerukunan antarwarga, memperkuat solidaritas sosial, serta aktif mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.
Menurutnya, Kabupaten Keerom selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang budaya. Kondisi tersebut harus terus dipertahankan agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Jangan sampai perbedaan dijadikan alasan untuk saling bermusuhan. Justru keberagaman adalah kekuatan yang harus kita rawat bersama. Ketika masyarakat hidup rukun dan damai, maka anak-anak dapat belajar dengan tenang, masyarakat bisa bekerja dan berkebun dengan aman, serta pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.
Herman juga berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan pendekatan yang humanis dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Menurutnya, kedamaian hanya dapat tercipta apabila semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kehidupan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
Menutup pernyataannya, Herman Yoku kembali mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya warga Kabupaten Keerom, untuk bersatu menjaga tanah Papua sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan sejahtera.
“Papua adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga dengan semangat persaudaraan, saling menghormati, dan saling melindungi. Jangan biarkan kekerasan merusak masa depan anak-anak kita. Kedamaian adalah warisan terbaik yang harus kita tinggalkan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.(Naldo)









