Doa Kemerdekaan di Stadion Mandala, Kemenag Papua Titip Harapan untuk Bangsa dan Tanah Papua

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Papua menjadi momentum untuk menyatukan harapan bagi masa depan bangsa dan daerah. Dalam upacara kenegaraan di Stadion Mandala Jayapura, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua mendapat amanah untuk memimpin doa.

Kepala Kanwil Kemenag Papua Klemens Taran diwakili Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik, Fransiscus Xaferius Lesomar, membawakan doa dalam upacara yang digelar Pemerintah Provinsi Papua, Senin (17/8/2026).

Upacara dipimpin Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri. Kehadiran Kemenag dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap peringatan kemerdekaan sekaligus upaya memperkuat pesan persatuan dan kebersamaan.

Doa untuk Persatuan dan Kesejahteraan

Dalam doa yang disampaikan, rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dipadukan dengan penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjuangan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk meneruskan pembangunan melalui kerja, pengabdian, gotong royong, dan menjaga persatuan.

Harapan juga dipanjatkan agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan, konflik, permusuhan, fitnah, serta berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu kedamaian nasional.

Kemenag Papua turut menitipkan harapan agar pembangunan nasional mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, adil, bermartabat, dan sejahtera.

Baca Juga :  1.076 Jemaah Haji Papua Resmi Dilepas, Kakanwil Kemenag dan Pj Gubernur Titip Etika dan Kesiapan

Berbagai sektor pembangunan turut menjadi bagian dari doa, termasuk pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, perekonomian, serta perlindungan lingkungan.

Kepedulian bagi Daerah Terdampak Bencana

Doa kemerdekaan juga diarahkan kepada masyarakat yang tengah menghadapi bencana di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah.

Bagi korban yang meninggal dunia dipanjatkan doa agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Sementara warga yang terluka dan terdampak diharapkan memperoleh kekuatan, kesembuhan, pemulihan, serta rezeki untuk kembali menjalani kehidupan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajakan agar kepedulian sosial terus diperkuat dengan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Kepercayaan yang Menjadi Tanggung Jawab

Fransiscus menyebut amanah membawakan doa dalam upacara HUT RI sebagai kehormatan bagi Kanwil Kemenag Papua.

“Ini tentu menjadi satu penghargaan bagi kami dari Kementerian Agama karena diberikan kepercayaan untuk membawakan doa. Sebagai warga negara dan bagian dari bangsa Indonesia, kami tentu memberikan dukungan melalui doa,” ujarnya.

Menurut dia, doa menjadi bentuk dukungan moral agar bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam proses pembangunan.

“Kita berdoa dengan harapan agar bangsa kita dapat melalui berbagai tantangan dan hambatan sehingga menjadi bangsa yang maju dan berdaulat,” katanya.

Baca Juga :  BAZNAS RI dan Pemprov Papua Perkuat Kolaborasi, Dorong Optimalisasi Zakat untuk Pengentasan Kemiskinan

Harapan Besar untuk Papua

Fransiscus secara khusus berharap momentum kemerdekaan turut menjadi penyemangat bagi percepatan pembangunan di Papua.

Ia menekankan pentingnya memastikan kemajuan daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya terlihat pada pembangunan fisik atau capaian pemerintahan.

“Secara khusus untuk Provinsi Papua ke depan, kami berharap Papua semakin lebih maju lagi, terutama kemajuan itu dapat dirasakan oleh masyarakat sampai kepada akar rumput,” ujarnya.

Menurutnya, pemerataan manfaat pembangunan menjadi salah satu ukuran penting dalam mengisi kemerdekaan di Papua.

Karena itu, Kemenag Papua berkomitmen terus mengambil bagian dalam memperkuat nilai kebangsaan, persatuan, dan kerukunan umat beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 RI pun diharapkan menjadi momentum untuk memperbarui komitmen bersama. Semangat perjuangan para pendahulu tidak cukup dikenang melalui upacara, tetapi harus diteruskan melalui pengabdian dan kerja nyata.

Dari Papua, pesan kemerdekaan tersebut diarahkan pada satu tujuan: menjaga persatuan Indonesia sekaligus mendorong Tanah Papua bergerak menuju masa depan yang lebih damai, maju, adil,.(Rilis)

Berita Terkait

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan
Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian
Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan
Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua
Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:32 WIB

ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya