Doa Menag di Sidang Tahunan 2026 Soroti Persatuan, Kritik dan Keteguhan Bangsa

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,Papuaterdepan.com— Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan kebangsaan melalui doa yang dipimpinnya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026).

Doa yang dipanjatkan Nasaruddin tidak hanya berisi ungkapan syukur atas kemerdekaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan bangsa sekaligus harapan agar seluruh elemen Indonesia mampu menghadapi tantangan ke depan dengan persatuan.

Nasaruddin mengawali doanya dengan memohon keberkahan atas pelaksanaan sidang yang menjadi salah satu agenda penting dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia.

Ia berharap forum tersebut dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kekuatan bangsa dan menyatukan langkah dalam mengejar cita-cita nasional.

Menurut Nasaruddin, Indonesia memiliki beragam potensi yang merupakan anugerah Tuhan dan harus dikelola melalui semangat kebersamaan.

“Semoga Sidang Tahunan kali ini menjadi momentum terbaik untuk menyinergikan segenap potensi bangsa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami,” ucapnya.

Persatuan Jadi Kunci Hadapi Tantangan

Dalam doanya, Menag memohon agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang kokoh dalam persatuan dan kesatuan.

Ia juga menyinggung tantangan global yang semakin kompleks. Dalam kondisi tersebut, Indonesia membutuhkan kekuatan bersama untuk menjaga kedaulatan sekaligus mempertahankan martabat bangsa.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua: Zona Integritas adalah tanggung jawab kolektif ASN

Nasaruddin kemudian memohon perlindungan dari fitnah, pengkhianatan, tipu daya, dan berbagai rekayasa negatif yang dapat merusak kehidupan bangsa.

Namun, ia juga menyampaikan pesan penting agar kritik tidak selalu dianggap sebagai ancaman.

Menurutnya, kritik yang benar harus menjadi bahan evaluasi bagi setiap pihak untuk memperbaiki diri.

“Sadarkanlah diri kami untuk mengoreksi diri jika fitnah dan kritikan mereka benar,” katanya.

Sementara terhadap kritik yang keliru dan berubah menjadi fitnah, Nasaruddin memohon agar pihak yang menyampaikannya diberikan pengampunan.

Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk membangun budaya introspeksi dan tidak mudah terjebak dalam pertentangan.

Menag: Jangan Lupakan Mereka yang Lemah

Doa Menag juga memberikan perhatian kepada masyarakat yang berada dalam kondisi sulit.

Ia memohon pertolongan bagi siapa pun yang tertindas dan lemah, tanpa membedakan latar belakang maupun tingkat ketaatan beragama.

Menurutnya, seluruh manusia tetap merupakan ciptaan Tuhan yang membutuhkan pertolongan.

Pesan tersebut menempatkan kepedulian terhadap kelompok rentan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dalam kehidupan berbangsa.

Baca Juga :  Posnu Papua Ingatkan Warga Tidak Mudah Terprovokasi

Jalan Bangsa Masih Panjang

Nasaruddin mengingatkan bahwa perjalanan Indonesia masih jauh dan tanggung jawab yang diemban bangsa juga semakin besar.

“Masih panjang jalan yang harus kami tempuh, masih besar tantangan yang harus kami hadapi, masih banyak tanggung jawab yang harus kami emban,” tuturnya dalam doa.

Karena itu, ia memohon kekuatan dan keteguhan agar seluruh elemen bangsa mampu melewati berbagai persoalan yang menghadang.

Ia juga menegaskan pentingnya berserah diri kepada Tuhan setelah seluruh ikhtiar dilakukan.

Harapan untuk Indonesia

Pada bagian akhir, Menag memanjatkan doa bagi bangsa Indonesia, para pemimpin, orang tua, serta para pahlawan yang telah memberikan pengabdian bagi negara.

Ia memohon agar dosa dan kesalahan diampuni serta seluruh perjuangan bangsa mendapatkan keberkahan.

Doa tersebut kemudian ditutup dengan harapan agar Indonesia menjadi negeri yang baik, tenteram, sejahtera, dan berada dalam lindungan Tuhan.

Pesan Nasaruddin dalam Sidang Tahunan MPR 2026 pada akhirnya menempatkan persatuan, kepedulian, keterbukaan terhadap kritik, dan keteguhan menghadapi tantangan sebagai modal penting untuk membawa Indonesia melangkah ke masa depan.(Rilis)

Berita Terkait

Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua
Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban
126 PPPK Paruh Waktu Kemenag Papua Masuk Tahap Pengalihan ke Penuh Waktu
Jelang Maulid Nabi, Pegawai Kemenag Papua Diajak Hidupkan Akhlak Rasulullah
Maulid Nabi 1448 H, Menag Nasaruddin Umar Dorong Akhlak Jadi Kekuatan Bangun Peradaban
Semangat Merah Putih Satukan Karyawan dan Siswa PKL Indografika-Bagaya di Pantai Hamadi
Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:03 WIB

126 PPPK Paruh Waktu Kemenag Papua Masuk Tahap Pengalihan ke Penuh Waktu

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Jelang Maulid Nabi, Pegawai Kemenag Papua Diajak Hidupkan Akhlak Rasulullah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Semangat Merah Putih Satukan Karyawan dan Siswa PKL Indografika-Bagaya di Pantai Hamadi

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya