Empat Komika Papua Diminta Klarifikasi Terkait Konten yang Menyinggung

- Redaksi

Selasa, 24 Desember 2024 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepancom, Jayapura – Empat komika asal Papua, yakni Jhon Yewen, Haeckel Malthus, Julian Kambu, dan Doni Douglas, tengah menjadi sorotan tajam setelah konten mereka yang viral di media sosial diduga mengandung unsur seksisme dan kekerasan verbal terhadap perempuan Papua. Unggahan yang diupload pada 12 Desember 2024 di akun Instagram mereka tersebut memicu kecaman luas, terutama dari kalangan perempuan Papua.

Novita Opki, Kepala Advokasi Tong Pu Ruang Aman, mengatakan pentingnya tanggung jawab figur publik dalam memproduksi konten yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik. “Kita yang dewasa mungkin bisa memilah, tetapi bagaimana dengan anak-anak? Mereka bisa terpengaruh tanpa bisa memahami konteks,” kata Novita di Auditorium Uncen, Kota Jayapura, Papua, Selasa (24/12/2024)

Baca Juga :  KUA Muaratami Terbitkan Akta Ikrar Wakaf Tunas Ilmu, Segera Diproses ke BPN

Menurutnya, video viral tersebut memperkuat stereotip negatif terhadap perempuan, khususnya di Papua, yang bertentangan dengan Konvensi PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW). Sebagai negara yang berkomitmen pada konvensi tersebut, Indonesia memiliki kewajiban untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi perempuan.

“Video itu mengandung unsur seksisme atau kekerasan verbal, sehingga perempuan Papua merasa dilecehkan. Kami berkumpul untuk mendiskusikan langkah-langkah yang dapat dilakukan,” ujar Novita.

Ia menilai bahwa keempat komika, sebagai figur publik, memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat luas, termasuk anak-anak. “Sayangnya, konten yang mereka buat justru mendiskriminasi perempuan melalui candaan seksis,” bebernya.

Novita berharap pertemuan yang diinisiasi Tong Pu Ruang Aman dapat menjadi momentum untuk menghentikan candaan yang merendahkan perempuan. Publik dan komunitas perempuan Papua juga menyerukan agar keempat komika segera meminta maaf secara terbuka.

Baca Juga :  Kemenhaj Papua Kebut Inventarisasi Aset, Kakanwil Musa Narwawan: Progres Sudah 80 Persen

“Kedepannya, kami berharap siapapun yang membuat konten dapat lebih bijak. Konten seharusnya mendidik, bukan mendiskriminasi, apalagi terhadap perempuan yang rentan terhadap kekerasan,” pungkas Novita.

Ditempat yang sama, Komika Julian Kambu, yang juga menjadi pemeran dibalik konten tersebut mengaku meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada sejumlah pihak

“Ini juga menjadi pelajaran untuk kami kedepannya untuk membuat konten lebih bijak lagi dan ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk membanggakan perempuan Papua,” kata dia.

 

Berita Terkait

Dorong Reformasi Birokrasi, Kakanwil Kemenag Papua Ajak Jajaran Berani Memulai PMP-ZI
Kejar Target SKBT, Kanwil Kemenag Papua Kebut Finalisasi Data ASN Kemenhaj
Bersih Rumah Ibadah, Kemenag Papua Gaungkan Semangat Toleransi
tes artikel tes artikel tes artikel
Sambut HAB ke-80, Kakanwil Kemenag Papua Tebar Tali Asih ke Dua Panti Asuhan Lintas Iman
Bantuan Sembako Presiden Prabowo Ringankan Beban Warga Kampung Yoka
Ditjen PHU luncurkan buku memori kolektif 75 tahun kelola haji
Kemenag Papua apresiasi sukses perayaan Natal cerminkan moderasi beragama

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 10:28 WIB

Dorong Reformasi Birokrasi, Kakanwil Kemenag Papua Ajak Jajaran Berani Memulai PMP-ZI

Senin, 29 Desember 2025 - 10:44 WIB

Kejar Target SKBT, Kanwil Kemenag Papua Kebut Finalisasi Data ASN Kemenhaj

Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:47 WIB

Bersih Rumah Ibadah, Kemenag Papua Gaungkan Semangat Toleransi

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:13 WIB

tes artikel tes artikel tes artikel

Kamis, 18 Desember 2025 - 12:16 WIB

Sambut HAB ke-80, Kakanwil Kemenag Papua Tebar Tali Asih ke Dua Panti Asuhan Lintas Iman

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya