Jayapura, Papuaterdepan.com– Pemerintah Provinsi Papua bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua menegaskan pentingnya memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk merawat keberagaman di Bumi Cenderawasih.
Hal ini mengemuka dalam acara Halalbihalal Kanwil Kemenag Papua yang digelar di Ballroom Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Rabu (15/4/2026).
Pesan Gubernur: Perbedaan Adalah Anugerah
Mewakili Gubernur Papua, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M.B. Setiyo Wahyudi, menyampaikan bahwa nilai-nilai Idulfitri 1447 Hijriah harus menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah yang mengedepankan persaudaraan.
“Perbedaan suku, agama, dan budaya di Papua adalah kekayaan yang harus disyukuri. Dari situlah kita membangun persatuan untuk mewujudkan Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis,” ujar Setiyo membacakan sambutan Gubernur.
Gubernur juga memberikan apresiasi khusus kepada para tokoh agama yang selama ini berperan sebagai penjaga moral dan perekat sosial di tengah masyarakat Papua.
Indeks Kerukunan Papua Lampaui Nasional
Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, mengungkapkan kabar baik terkait kondusivitas wilayah. Berdasarkan data Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025, Papua mencatatkan angka 80,98.
Angka ini jauh melampaui skor indeks kerukunan nasional yang berada di angka 77,89.
“Capaian ini adalah buah kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat. Prestasi ini harus terus kita jaga bersama,” tegas Klemens.
Transformasi Digital dan Pemekaran Wilayah
Selain fokus pada kerukunan, Klemens Taran juga menyoroti dua agenda besar Kemenag Papua ke depan:
Digitalisasi Layanan: Transformasi layanan keagamaan dari sistem manual ke berbasis Teknologi Informasi (TI) guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kelembagaan DOB: Seiring terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB), Kemenag tengah mendorong struktur baru. Kanwil Kemenag Provinsi Papua Tengah resmi ditetapkan melalui KMA Nomor 4 Tahun 2026, yang akan segera disusul oleh Papua Selatan dan Papua Pegunungan.
“ASN Kemenag harus sadar bahwa mereka membawa amanat negara. Integritas dan netralitas adalah harga mati dalam menjalankan tugas sebagai pembina umat,” tambahnya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Papua, perwakilan Kapolda dan Pangdam XVII/Cenderawasih, tokoh lintas agama dari NU, Muhammadiyah, Permabudhi, Wanita Katolik, serta pimpinan instansi vertikal lainnya.(Rilis)









