JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Papua memaknai kegiatan jalan sehat bukan sekadar olahraga rutin, melainkan sebagai ruang kebersamaan, edukasi kesehatan, sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi anggotanya. Melalui kegiatan yang digelar di kawasan Car Free Day Jayapura, IAD mengajak masyarakat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga.
Ketua IAD Wilayah Papua, Ny. Vinna Jefferdian, mengatakan kegiatan jogging dan jalan sehat tersebut sengaja dirancang untuk menanamkan pola hidup sehat di tengah masyarakat Papua, khususnya kaum ibu yang memiliki peran sentral dalam keluarga.
“Kami dari Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Papua mengadakan jogging bersama untuk belajar hidup sehat, menghirup udara segar, dan menjaga kebersamaan antaranggota,” ujar Vinna saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Vinna, jalan sehat menjadi sarana sederhana namun efektif untuk mengajak masyarakat membiasakan diri beraktivitas fisik secara rutin. Dengan memilih lokasi Car Free Day, IAD berharap pesan hidup sehat dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bazar UMKM binaan IAD Wilayah Papua. Berbagai produk hasil karya anggota dipamerkan dan dijual, mulai dari makanan rumahan hingga olahan makanan sehat yang dibuat secara mandiri.
“Kami juga menjual makanan sehat buatan anggota, salah satunya kacang hijau. Ini bagian dari upaya kami agar anggota tetap produktif dan kreatif,” kata Vinna.
Ia menjelaskan, pengembangan UMKM binaan telah menjadi bagian dari program kerja bidang ekonomi IAD dan telah berjalan cukup lama. Melalui bazar tersebut, IAD berupaya menciptakan ruang bagi anggotanya untuk belajar berwirausaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami ingin hidup sehat bersama-sama, dan UMKM ini kami jalankan dengan harga yang lebih terjangkau. Harapannya, selain memperkuat kebersamaan, kegiatan ini juga bisa membantu ekonomi anggota,” ujarnya.
Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Papua, Yedivia Rum, menilai kegiatan yang digelar IAD Wilayah Papua memiliki nilai strategis karena menggabungkan aspek kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, jalan sehat tersebut tidak hanya berdampak bagi internal organisasi, tetapi juga memberi contoh positif bagi masyarakat Kota Jayapura.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang jalan sehat, tetapi juga melibatkan UMKM binaan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. Karena ini kegiatan ibu-ibu, maka pesan hidup sehat itu dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Yedivia.
Ia menjelaskan, kegiatan di kawasan Car Free Day menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk menyadari bahwa menjaga kesehatan dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki secara rutin.
“Ini dimulai dari diri kita sendiri. Ibu-ibu memulai dari diri mereka, lalu mengajak masyarakat di Kota Jayapura untuk ikut menjaga kesehatan dengan jalan sehat,” ujarnya.
Yedivia juga menyoroti peran UMKM dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi. Bazar UMKM yang digelar memberikan ruang bagi anggota IAD untuk memasarkan produk sekaligus menghidupkan organisasi secara mandiri.
“Sebagai suami dan sebagai bapak-bapak, kami memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ibu-ibu ini. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan oleh internal organisasi dan juga masyarakat,” katanya.
Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat, khususnya dalam mendorong ekonomi keluarga. Menurutnya, kreativitas dan kemauan untuk berusaha menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Jangan hanya diam, tetapi berpikir kreatif. Keterampilan tangan atau usaha kecil bisa menjadi tambahan penghasilan yang menopang kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Papua yang juga Asisten Pembinaan Kejati Papua, Efi Paulin Numberi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif IAD Wilayah Papua dalam menggelar kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia menilai kolaborasi antara IAD dan PKK merupakan langkah strategis dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Papua, terutama dalam bidang kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui IAD dan kolaborasi dengan PKK, kita berupaya melakukan yang terbaik untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan membentuk UMKM,” kata Efi.
Menurut Efi, kegiatan seperti jalan sehat dan bazar UMKM menjadi contoh konkret bagaimana organisasi masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan, dimulai dari lingkup keluarga hingga komunitas yang lebih luas. Ia berharap ke depan semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya serupa.
Dengan menggabungkan kampanye hidup sehat dan penguatan UMKM, IAD Wilayah Papua berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga secara berkelanjutan.(Redaksi)








