Keerom, Papuaterdepan, – Upaya penguatan ekonomi umat melalui pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kian gencar dilakukan di wilayah perbatasan Papua. Melalui kegiatan Kick Off Kampung Zakat di Balai Desa Kampung Trimiliyan, Keerom, pada Kamis (16/10/2025), UMKM setempat menerima pendampingan langsung untuk memperoleh Sertifikat Halal BPJPH.
Sinergi Pendampingan Halal di Pelosok
Kegiatan ini menandai peluncuran dua Kampung Zakat baru di Distrik Skanto dan Arso, yang juga menjadi momentum bagi Kemenag untuk menghadirkan layanan Proses Produk Halal (PPH) hingga ke Keerom.
Dua pendamping produk halal, Warnardi dari IAIN Fattahul Muluk Papua dan Muhammad Rifki Syifa dari Halal Center Cendekia Muslim (HCCM), turun langsung membantu pelaku usaha. Mereka memfasilitasi:
Registrasi produk.
Pengecekan bahan baku.
Pendampingan administratif.
Rifki Syifa menjelaskan bahwa pendampingan ini adalah wujud komitmen Kemenag untuk pemerataan layanan halal nasional, memastikan pelaku usaha di daerah perbatasan juga memiliki kesempatan yang sama. Warnardi menambahkan, pendampingan ini bersifat edukatif, yakni memberikan pemahaman pentingnya menjaga kehalalan produk dari hulu ke hilir.
Manfaat Nyata dan Harapan UMKM
Sertifikat halal terbukti membawa dampak positif bagi UMKM. Ahmad Ulinuha, pemilik usaha makanan ringan di Arso, menyampaikan bahwa sertifikat dari BPJPH ini sangat membantu:
Meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Menumbuhkan rasa percaya diri dalam memasarkan produk.
Harapan besar diungkapkan oleh Siti Aisyah, pelaku usaha keripik dan kue basah di Kampung Trimiliyan. Berjualan sejak 2012, ia berharap pendampingan ini membantunya memiliki izin usaha dan label halal agar produknya bisa menembus pasar ritel modern seperti Saga, Alfamidi, dan Alfamart.
Senada, Anissa, perintis usaha keripik tempe, singkong, pisang, dan keladi sejak 2019, juga meyakini label halal akan membuat usahanya makin dikenal luas dan dipercaya konsumen.
Penguatan Ekonomi Umat dari Perbatasan
Pendampingan sertifikasi halal ini merupakan pilar penting dalam program Kampung Zakat Kemenag untuk memperkuat ekonomi umat berbasis nilai keagamaan.
Sinergi antara Kemenag, BPJPH, IAIN Fattahul Muluk, HCCM, BAZNAS, dan mitra lainnya, diharapkan mampu:
Mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Keerom.
Memperkuat ekosistem halal di wilayah perbatasan Papua.
“Dari Keerom, kita belajar bahwa pemberdayaan umat bisa dimulai dari langkah kecil seperti mendampingi pelaku usaha memperoleh sertifikat halal. Inilah bentuk nyata kehadiran negara melalui Kemenag,” tutup Rifki Syifa.









