Jayapura, Papuartedepan.com – SMA Negeri 2 Jayapura membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menyiapkan kuota sebanyak 432 siswa baru. Pendaftaran yang telah dibuka sejak pertengahan Juni itu akan berlangsung hingga 24 Juni 2026 melalui sistem daring yang dilanjutkan dengan verifikasi berkas di sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 2 Jayapura, Lea Acsamina Ansanay, mengatakan pihak sekolah berkomitmen menjalankan seluruh tahapan SPMB sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah guna memastikan proses penerimaan peserta didik berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya calon peserta didik dan orang tua yang datang ke sekolah sejak hari pertama pembukaan pendaftaran untuk melakukan verifikasi berkas dan memperoleh informasi terkait proses seleksi.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar proses pendaftaran berjalan lancar. Meskipun pada hari pertama sempat terjadi kendala pada sistem aplikasi, saat ini pelayanan sudah berangsur normal dan proses verifikasi dapat dilakukan dengan baik,” katanya di Jayapura.
Lea menjelaskan, SMA Negeri 2 Jayapura tahun ini juga menghadapi tantangan karena akan menerima program revitalisasi tujuh ruang kelas yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan ke depan.
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Namun selama proses pengerjaan berlangsung, sekolah harus melakukan sejumlah penyesuaian dalam pengaturan ruang belajar.
“Kami tentu menyambut baik program revitalisasi ini karena bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. Namun selama pembangunan berlangsung akan ada penyesuaian penggunaan ruang kelas sehingga kami berharap adanya dukungan dan pengertian dari orang tua maupun masyarakat,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar, pihak sekolah telah menyiapkan sejumlah tahapan pelayanan mulai dari ruang transit, pemeriksaan kelengkapan berkas, pendaftaran daring, hingga proses verifikasi data.
Selain itu, sekolah juga menyediakan pendampingan bagi calon peserta didik yang mengalami kendala saat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui sistem online.
Lea menambahkan, dalam pelaksanaan SPMB tahun ini setiap peserta didik diberikan tiga pilihan sekolah yang terdiri atas satu sekolah negeri dan dua sekolah swasta. Proses verifikasi dilakukan di sekolah yang menjadi pilihan utama peserta.
“Jika pilihan pertama peserta adalah SMA Negeri 2 Jayapura, maka verifikasi dilakukan di sekolah ini. Sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah proses seleksi sekaligus membantu pemetaan peserta didik,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 2 Jayapura, Yakoba Silviana Burumi, mengatakan kuota penerimaan siswa baru tahun ini sebanyak 432 orang yang berasal dari 12 rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 36 siswa.
“Kuota yang diberikan kepada SMA Negeri 2 Jayapura sebanyak 432 siswa sesuai jumlah rombongan belajar yang tersedia,” katanya.
Ia menjelaskan penerimaan peserta didik baru dilakukan melalui empat jalur, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua.
Menurut dia, jalur domisili diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berada di wilayah layanan SMA Negeri 2 Jayapura, baik Orang Asli Papua maupun non-Papua. Sementara jalur afirmasi diprioritaskan bagi peserta didik Orang Asli Papua sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun jalur prestasi dibagi menjadi dua kategori, yakni prestasi akademik dan non-akademik yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam penghargaan yang diperoleh pada tingkat kota, provinsi, maupun nasional.
Sedangkan bagi calon peserta didik yang mengikuti jalur perpindahan tugas orang tua, wajib melampirkan surat keputusan atau dokumen resmi perpindahan tugas dari instansi terkait.
Yakoba mengatakan hingga hari kedua pelaksanaan SPMB, jumlah calon peserta didik yang telah melakukan pendaftaran dan verifikasi berkas mencapai lebih dari 200 orang.
“Minat masyarakat cukup tinggi. Jumlah pendaftar yang telah diverifikasi sudah lebih dari 200 orang dan kemungkinan masih akan terus bertambah hingga penutupan pendaftaran,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh proses pendaftaran di SMA Negeri 2 Jayapura tidak dipungut biaya. Karena itu, masyarakat diminta tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Selain itu, pihak sekolah juga mengimbau orang tua untuk memastikan seluruh dokumen persyaratan seperti kartu keluarga, akta kelahiran, ijazah atau surat keterangan lulus, nilai rapor, dan dokumen pendukung lainnya telah lengkap sebelum datang ke sekolah.
Yakoba juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada sekolah negeri, mengingat sekolah swasta juga memiliki kualitas pendidikan yang baik dan berperan penting dalam mendukung pemerataan layanan pendidikan di Kota Jayapura.
“Yang terpenting adalah seluruh anak mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan. Baik di sekolah negeri maupun swasta, semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan generasi muda,” katanya.
Pihak sekolah berharap pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan lancar sehingga seluruh peserta didik yang memenuhi syarat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi mereka secara optimal.(Gita)









