Jayapura,Papuaterdepan.com – Kabupaten Jayapura kian memantapkan diri sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026. Menjelang pembukaan yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli mendatang, seluruh unsur panitia terus mengintensifkan koordinasi guna memastikan pelaksanaan agenda keagamaan terbesar di Papua itu berjalan lancar dan sukses.
Upaya pemantapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang mempertemukan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, unsur Forkopimda, serta berbagai organisasi perangkat daerah terkait.
Rapat yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura itu menjadi forum evaluasi terakhir untuk memastikan kesiapan seluruh sektor pendukung, mulai dari pelayanan kafilah, transportasi, akomodasi, keamanan, kesehatan, arena perlombaan, hingga publikasi kegiatan.
Ketua Panitia MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua, Abdul Rahman Basri, mengatakan seluruh bidang kepanitiaan telah melakukan sinkronisasi tugas dan menyampaikan perkembangan kesiapan masing-masing. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting karena Kabupaten Jayapura akan menerima kedatangan peserta dan official dari berbagai kabupaten dan kota di Papua.
“Persiapan yang dilakukan bukan hanya terkait arena perlombaan, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah yang datang ke Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan berbagai pihak menjadi modal utama dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ, termasuk keterlibatan pemerintah daerah, LPTQ, TNI, Polri, hingga sektor perbankan yang turut membantu pembiayaan kegiatan.
Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Provinsi Papua, Musa Narwawan, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jayapura yang tetap menunjukkan komitmen tinggi meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Menurut Musa, keberhasilan sebuah MTQ tidak semata diukur dari kemegahan acara, tetapi dari kualitas penyelenggaraan, pelayanan peserta, serta dampak positif yang ditinggalkan bagi masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama seluruh pihak, saya optimistis MTQ XXXI Papua dapat berjalan sukses. Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini mampu menjadi sarana pembinaan dan syiar Al-Qur’an bagi masyarakat,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Muslimin Yelipele. Ia menegaskan bahwa MTQ merupakan agenda strategis yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ juga menjadi momentum bagi daerah untuk menunjukkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan kerukunan antarumat beragama di Papua.
“MTQ bukan hanya milik Kementerian Agama, tetapi menjadi agenda bersama yang harus didukung seluruh pihak. Karena itu, kolaborasi yang baik harus terus dijaga hingga kegiatan selesai,” ujarnya.
Selain kesiapan teknis, panitia juga menaruh perhatian terhadap pengelolaan anggaran agar berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 18 Juli 2026. Ajang tersebut akan mempertemukan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua untuk berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan Al-Qur’an.
Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ diharapkan menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat persaudaraan antardaerah, serta mendukung terwujudnya Papua yang damai, harmonis, dan religius.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju pembukaan, panitia optimistis seluruh persiapan dapat dituntaskan sesuai jadwal sehingga Kabupaten Jayapura siap menyambut para tamu dan peserta dari seluruh penjuru Papua.(Rilis)









