JAYAPURA, Papuaterdepan.com – Komunitas umat Buddha di Provinsi Papua tengah bersiap membangun Kelenteng pertamanya. Rencana pembangunan tempat ibadah yang diberi nama Kelenteng Dharma Agung Sakti di Sentani, Kabupaten Jayapura, ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua.
Rencana pembangunan tersebut disampaikan langsung oleh pengurus Vihara Cycloop Dhamma Jaya Sentani dalam audiensi dengan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Audiensi tersebut dipimpin oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Papua bersama Penyelenggara Buddha Kabupaten Jayapura.
Dalam pertemuan itu, Yang Mulia (YM) Bhikkhu Kitti Panno Thera secara langsung menyampaikan undangan kepada Kepala Kanwil Kemenag Papua untuk menghadiri dan memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Kelenteng Dharma Agung Sakti.
Kelenteng ini disebut-sebut akan menjadi kelenteng pertama yang berdiri di tanah Papua, menandai langkah maju dalam pemenuhan kebutuhan spiritual umat Buddha di wilayah tersebut.
Selang beberapa hari setelah audiensi, acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kelenteng Dharma Agung Sakti pun dilaksanakan di halaman Vihara Cycloop Dhammajaya Sentani pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Kepala Kanwil Kemenag Papua, bersama Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku, turut hadir untuk meletakkan batu pertama, sekaligus memberikan dukungan nyata dari pemerintah daerah dan pusat.
Kepala Kanwil Kemenag Papua dalam pertemuan audiensi sebelumnya telah menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap ide dan gagasan pembangunan Kelenteng. Namun, ia menekankan agar proses pembangunan tetap dilakukan dengan memperhatikan dua aspek krusial:
Mengacu pada peraturan yang berlaku, terutama terkait pendirian rumah ibadah.
Menjaga kerukunan antar umat beragama dan ketertiban umum.
Simbol Toleransi dan Keberagaman. Dukungan Kemenag ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjamin kebebasan beribadah dan pembinaan umat beragama di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Papua, dengan tetap mengedepankan toleransi dan harmoni sosial.
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, saat acara peletakan batu pertama juga menegaskan bahwa Klenteng Dharma Agung Sakti di Jayapura akan menjadi momentum penting untuk menjaga dan melestarikan budaya, sekaligus memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.
Kehadiran Kelenteng Dharma Agung Sakti Sentani diharapkan dapat menjadi simbol kerukunan dan keberagaman di Jayapura, sekaligus menjadi pusat pembinaan spiritual bagi umat Buddha setempat.(Rilis)









