Kemenag Papua Bawa Gerakan Bersih Rumah Ibadah ke Lintas Agama

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Kebersihan rumah ibadah di Papua mulai didorong menjadi ruang kolaborasi lintas agama. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua tidak ingin Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) berhenti sebagai kegiatan kerja bakti, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk merawat lingkungan sekaligus memperkuat kerukunan.

Gagasan itu mengemuka dalam pelaksanaan Geber Mas 2026 di Masjid Raya Al-Aqsa, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (10/8/2026).

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua Gatut Aryoko mengatakan pihaknya akan memperluas kegiatan serupa ke rumah ibadah agama lain. Gereja, vihara dan pura direncanakan menjadi bagian dari gerakan kebersihan tersebut.

“Ke depan, kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di masjid. Kami juga merencanakan kegiatan kebersihan di rumah-rumah ibadah lainnya, seperti gereja, vihara, dan pura,” ujar Gatut.

Menurut Gatut, kegiatan bersama di lingkungan rumah ibadah memiliki nilai lebih dari sekadar menjaga kebersihan. Pertemuan masyarakat dari latar belakang agama berbeda dalam kegiatan sosial dapat menjadi sarana membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarkelompok.

Karena itu, Kanwil Kemenag Papua akan menentukan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan lintas rumah ibadah tersebut sebagai tindak lanjut Geber Mas.

Baca Juga :  Kemenag Papua Soroti Ketidaksesuaian 'Eviden' Zona Integritas dalam Monev Pengawasan

“Kegiatan kolaborasi seperti ini diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya untuk menjaga kebersihan rumah ibadah, tetapi juga untuk memupuk dan memperkuat toleransi, kerukunan, serta kebersamaan umat beragama di Tanah Papua,” katanya.

Di Sentani, Geber Mas melibatkan jajaran Kemenag Papua dan Kemenag Kabupaten Jayapura bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia, pengurus Masjid Raya Al-Aqsa, ASN dan masyarakat sekitar.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari agenda nasional yang secara serentak melibatkan lebih dari 50 ribu masjid dan musala di Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Geber Mas secara nasional mengatakan kebersihan rumah ibadah merupakan bagian penting dalam menciptakan kenyamanan beribadah.

Ia mengingatkan perhatian terhadap kebersihan tidak boleh hanya tertuju pada ruang utama masjid. Toilet, kamar mandi, tempat wudu, saluran air hingga lingkungan sekitar juga harus dirawat.

Bagi Kemenag, masjid juga memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada tempat pelaksanaan ibadah. Rumah ibadah diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, kebudayaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan Geber Mas merupakan bagian dari implementasi program penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.

Baca Juga :  Klemens Taran: Pesparawi Nasional XIV Buktikan Papua Mampu Jadi Tuan Rumah Event Keagamaan Berskala Nasional

Karena itu, kegiatan bersih-bersih diharapkan tidak bersifat insidental. Pengurus rumah ibadah, penyuluh agama dan masyarakat didorong menjadikannya sebagai kebiasaan.

Di Papua, semangat tersebut kemudian dikembangkan menjadi agenda yang melibatkan rumah ibadah dari berbagai agama.

Gatut mengatakan kolaborasi tersebut penting karena masyarakat Papua hidup dalam keberagaman. Kegiatan sosial yang dilakukan bersama dinilai dapat menciptakan ruang interaksi yang lebih cair di antara umat beragama.

“Harapan kami, kegiatan kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pelaksanaan Geber Mas di Masjid Raya Al-Aqsa turut diikuti Kepala Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua Muslimin Yelipele, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jayapura Steven A. Wonmaly, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Jayapura Kamal Aswath, jajaran ASN, pengurus DMI Kabupaten Jayapura, pengurus masjid dan masyarakat.

Kanwil Kemenag Papua menilai kebersihan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian yang lebih luas. Ketika masyarakat dari berbagai agama dapat bekerja bersama merawat rumah ibadah dan lingkungan, gerakan tersebut sekaligus menjadi praktik nyata toleransi dan gotong royong di Tanah Papua.(Rilis)

Berita Terkait

Ondoafi Kasukuwe Ajak Generasi Muda Sarmi Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan
Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan
Peringati Sumpah Pemuda, Skouw Sae Gaungkan Persatuan dan Pelestarian Adat
Peringati Sumpah Pemuda, Tokoh Adat Yoka Dorong Generasi Muda Rawat Budaya dan Kebersamaan
Yonif TP 810/BEM Dorong Kemandirian Pangan Lewat Pelatihan Teritorial di Jayapura
Peringati Sumpah Pemuda, Kepala Suku Armati Ajak Generasi Muda Jaga NKRI
Ondoafi Sawar Tekankan Peran Pemuda dalam Menjaga Persatuan dan Membangun Papua
Pemuda Waena Berkomitmen Dukung Pembangunan dan Kedamaian Papua

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Ondoafi Kasukuwe Ajak Generasi Muda Sarmi Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, Skouw Sae Gaungkan Persatuan dan Pelestarian Adat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, Tokoh Adat Yoka Dorong Generasi Muda Rawat Budaya dan Kebersamaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, Kepala Suku Armati Ajak Generasi Muda Jaga NKRI

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemuda Yoka Nyatakan Sikap Tolak Kekerasan, Serukan Papua Tetap Damai

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:51 WIB

Jangan Copy Ya