JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua menyatakan siap memperkuat pembinaan keagamaan bagi klien pemasyarakatan melalui keterlibatan penyuluh agama dari berbagai agama.
Komitmen tersebut disampaikan Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Papua, Sarono, saat mewakili Kepala Kanwil Kemenag Papua dalam Sosialisasi dan Pembentukan Kelayan Binter (Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi) yang digelar Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jayapura, Senin (24/8/2026).
Sarono mengatakan Kemenag Papua siap mengoptimalkan peran penyuluh agama untuk memberikan pendampingan sesuai kebutuhan keagamaan klien pemasyarakatan.
“Kanwil siap mendukung dengan mengoptimalkan peran penyuluh agama dari semua agama dalam melakukan pembinaan kepada klien pemasyarakatan,” ujar Sarono.
Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam membantu klien pemasyarakatan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Melalui pendampingan tersebut, klien diharapkan tidak hanya mendapatkan dukungan selama menjalani proses reintegrasi, tetapi juga memiliki bekal moral dan spiritual untuk menjalani kehidupan sosial secara lebih baik.
Untuk memperkuat kolaborasi tersebut, Sarono berharap sinergi antara Kemenag Papua dan Bapas Jayapura dapat dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau nota kesepahaman (MoU).
Perkuat Jejaring Pembimbingan
Pembentukan Kelayan Binter merupakan gagasan Bapas Jayapura sebagai wadah untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua, Sutarno, mengatakan Kelayan Binter diharapkan dapat menjadi bagian dari jejaring pembimbingan yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, serta masyarakat.
“Kami berharap Kelayan Binter nantinya dapat menjadi bagian dari jejaring pembimbingan yang membantu Bapas dalam memberikan dukungan kepada klien pemasyarakatan di lingkungan masyarakat,” kata Sutarno.
Menurut Sutarno, keterlibatan berbagai unsur diperlukan agar proses pembimbingan tidak hanya menjadi tanggung jawab Bapas, tetapi dilakukan secara bersama-sama sesuai peran masing-masing lembaga.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung klien pemasyarakatan untuk beradaptasi dan kembali menjalani kehidupan sosial secara positif.
Wujud Layanan Agama Berdampak
Bagi Kemenag Papua, keterlibatan penyuluh lintas agama dalam program Kelayan Binter sejalan dengan upaya menghadirkan layanan keagamaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Klien pemasyarakatan yang berada dalam pembimbingan Bapas Jayapura dan unit sejenis juga menjadi bagian dari kelompok yang membutuhkan pendampingan keagamaan.
Dengan adanya sinergi tersebut, penyuluh agama diharapkan dapat mengambil peran lebih aktif dalam memberikan bimbingan moral, spiritual, serta penguatan nilai-nilai keagamaan bagi klien sesuai keyakinan masing-masing.
Kemenag Papua dan Bapas Jayapura selanjutnya diharapkan dapat memperkuat koordinasi agar dukungan penyuluh agama dapat berjalan terarah dan berkelanjutan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.(Rilis)









