Tokoh Adat Keerom: Jangan Biarkan Tragedi Yahukimo Memecah Persaudaraan Papua

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keerom, Papuaterdepan – Duka yang menyelimuti Kabupaten Yahukimo menyisakan pesan penting bagi seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat komitmen terhadap perdamaian. Hal itu disampaikan Kepala Suku Besar Wii-Kaya, Herman Yoku, S.IP., saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kampung Sanggaria, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Sabtu (26/7/2026).

Menurut Herman, peristiwa yang terjadi di Yahukimo tidak boleh hanya dipandang sebagai sebuah insiden, tetapi harus menjadi pengingat bahwa keamanan dan keharmonisan sosial merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh komponen masyarakat.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Papua memiliki warisan budaya yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus terus dipertahankan sebagai fondasi dalam menjaga kehidupan yang aman dan damai.

“Peristiwa di Yahukimo menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa perdamaian adalah sesuatu yang sangat berharga. Jangan sampai kita kehilangan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Papua,” ujar Herman.

Sebagai tokoh adat, Herman mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi maupun isu yang berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan. Ia meminta warga untuk selalu mengedepankan sikap bijaksana serta mengutamakan dialog dalam menyikapi setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Baca Juga :  LKP Cia dan Kemdikdasmen Cetak SDM Papua Terampil di Bidang Kecantikan

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga pemerintah daerah.

“Keamanan yang kita rasakan hari ini lahir dari kerja sama semua pihak. Karena itu, semangat saling menjaga dan saling mengingatkan harus terus dipelihara agar Keerom tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi semua,” katanya.

Herman juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi antarkelompok masyarakat guna mencegah munculnya kesalahpahaman yang dapat berkembang menjadi konflik. Ia menilai budaya musyawarah dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, Herman mengajak generasi muda Papua untuk menjadi pelopor persatuan dan perdamaian. Menurutnya, masa depan Papua berada di tangan generasi muda yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan kebersamaan yang telah dibangun oleh para leluhur.

Baca Juga :  PT Air Minum Jayapura Sembelih 7 Sapi Kurban, Perkuat Kebersamaan Pegawai

“Anak-anak muda harus menjadi contoh dalam menjaga persaudaraan. Jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah masyarakat. Papua membutuhkan generasi yang mampu membawa pesan damai dan harapan bagi masa depan,” ujarnya.

Ia berharap Kabupaten Keerom tetap menjadi wilayah yang kondusif, di mana masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, mulai dari bekerja, berkebun, bersekolah hingga beribadah tanpa rasa khawatir.

Menurut Herman, situasi yang aman dan damai akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, menjaga stabilitas keamanan harus menjadi kepentingan bersama.

Menutup pernyataannya, Herman Yoku mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menjadikan duka di Yahukimo sebagai momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat tekad menjaga kedamaian.

“Jangan biarkan peristiwa yang menyedihkan memecah persatuan kita. Mari jadikan ini sebagai pengingat bahwa Papua akan lebih maju jika seluruh masyarakat hidup rukun, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga perdamaian,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sambut Kemerdekaan, Ondoafi Kayu Batu: Sampaikan Aspirasi dengan Damai, Bukan Gangguan Umum
Kabid Bimas Islam Papua: Kemerdekaan Harus Dijaga dengan Syukur, Persatuan dan Doa
Bagikan Sembako kepada Warga, Dewan Adat Sarmi Perkuat Semangat Kebangsaan
Polemik Wakil Bupati Nduga Memanas, Massa Papua Desak Kemendagri Turun Tangan
Kanwil Kemenag Papua Gandeng Perguruan Tinggi, Buka Peluang ASN Lanjutkan Pendidikan
Kemenag Perkuat Perlindungan Anak Lewat Aplikasi AMAN untuk Laporan Kekerasan
Kemenag Papua Percepat Penguatan SDM, ASN Didorong Bangun Rekam Jejak Kompetensi*
LKP Cia dan Kemdikdasmen Cetak SDM Papua Terampil di Bidang Kecantikan

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Sambut Kemerdekaan, Ondoafi Kayu Batu: Sampaikan Aspirasi dengan Damai, Bukan Gangguan Umum

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:15 WIB

Kabid Bimas Islam Papua: Kemerdekaan Harus Dijaga dengan Syukur, Persatuan dan Doa

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:43 WIB

Bagikan Sembako kepada Warga, Dewan Adat Sarmi Perkuat Semangat Kebangsaan

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:53 WIB

Tokoh Adat Keerom: Jangan Biarkan Tragedi Yahukimo Memecah Persaudaraan Papua

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:23 WIB

Polemik Wakil Bupati Nduga Memanas, Massa Papua Desak Kemendagri Turun Tangan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya