Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

- Redaksi

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com — Tokoh adat Papua, Max Abner Ohee, menegaskan bahwa wilayah Waena di Distrik Heram, Kota Jayapura, bukan bagian dari wilayah Komite Nasional Papua Barat.

Pernyataan itu disampaikan Max Ohee menanggapi klaim Hosea Yeimo yang menyebut kawasan Perumnas Tiga sebagai wilayah kekuasaan KNPB.

Menurut Max Ohee, klaim tersebut tidak memiliki dasar, baik dari sisi adat maupun administrasi pemerintahan.

Ia menjelaskan, wilayah Heram merupakan tanah adat milik masyarakat Waena dan Tabi yang memiliki sistem kepemilikan dan aturan adat yang jelas.

“Wilayah ini bukan tanah kosong. Ada pemilik hak ulayat yang sah dan diakui,” kata Max Ohee.

Baca Juga :  Upacara Bendera, Kabag TU ingatkan ASN Kemenag Papua pedomani Nilai akronim Simpatik

Selain itu, ia menegaskan bahwa secara administratif, Distrik Heram merupakan bagian dari wilayah pemerintahan Indonesia.
“Seluruh wilayah Heram berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Max Ohee juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyampaikan pernyataan yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Ia menyebut kawasan Perumnas Tiga selama ini dikenal sebagai lingkungan pendidikan, termasuk keberadaan Universitas Cenderawasih yang berdiri di atas tanah adat yang telah diserahkan oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, penyerahan lahan tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat adat dalam mendukung pendidikan generasi muda Papua.

Lebih lanjut, Max Ohee menyinggung sejarah integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, mulai dari penyerahan Irian Barat melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1963 hingga pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat 1969.

Baca Juga :  Zakat Jadi Instrumen Pembangunan Sosial, Bupati Jayapura Serukan Pengelolaan Profesional

Ia menilai, isu-isu yang berkembang terkait Papua merdeka berpotensi memengaruhi pola pikir generasi muda.

“Anak-anak muda jangan sampai terpengaruh isu yang tidak memberi kepastian masa depan,” katanya.

Sebagai Ondofolo besar di Heram, Max Ohee meminta semua pihak menghormati batas wilayah adat masing-masing dan tidak saling mengklaim.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Yang terpenting sekarang adalah menjaga situasi tetap kondusif,” ujar dia.(Rilis)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal
Gandeng BAZNAS, Kanwil Kemenag Papua Bagikan Santunan Ramadan 1447 H di Jayapura
Ucapkan Selamat Nyepi Saka 1948, Menag Nasaruddin Umar Gaungkan Pesan “Satu Bumi, Satu Keluarga”

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya