Ucapkan Selamat Nyepi Saka 1948, Menag Nasaruddin Umar Gaungkan Pesan “Satu Bumi, Satu Keluarga”

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Papuaterdepan.com – Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai sarana memperkuat tali persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman bangsa.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia maupun pribadi, saya menyampaikan Selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Momentum Istimewa Lintas Iman

Menag menyoroti bahwa perayaan Nyepi tahun ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, Hari Suci umat Hindu ini bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan serta berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Momen yang saling beririsan ini dinilai sebagai simbol kuat keberadaan nilai kebersamaan lintas iman di Indonesia.

Baca Juga :  Bidang Pendis Kemenag Papua Sosialisasi Juknis Ijazah Madrasah Digital Secara Daring

“Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga,” tegas Nasaruddin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tema tersebut membawa pesan mendalam bahwa perbedaan bukanlah sekat pemisah, melainkan energi perekat yang memperkuat persaudaraan kita sebagai satu bangsa.

Makna Reflektif Catur Brata Penyepian

Nilai keseimbangan hidup dan harmoni tersebut, kata Menag, tercermin secara nyata dalam ajaran Catur Brata Penyepian yang dilaksanakan oleh umat Hindu. Ia pun menjabarkan keempat pilar ajaran tersebut yang sarat akan makna filosofis:

Amati Geni: Ajakan untuk memadamkan “api” di dalam diri manusia, seperti amarah dan egoisme.

Amati Karya: Memberikan ruang untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas fisik guna melakukan introspeksi diri.

Baca Juga :  Kemenag Papua Minta ASN Perkuat Disiplin dan Jaga Kepercayaan Publik

Amati Lelungan: Menahan diri untuk tidak bepergian, yang sekaligus memberikan jeda bagi alam semesta untuk beristirahat dan memulihkan keseimbangan alaminya.

Amati Lelanguan: Dorongan untuk sementara waktu melepaskan ikatan pada hiburan duniawi demi menemukan kejernihan batin.

“Dengan menjalankan Nyepi, umat Hindu sesungguhnya sedang memberikan jeda kepada alam semesta. Jika kita memuliakan alam, maka alam pun akan memuliakan harkat kemanusiaan kita,” ungkapnya.

Menutup pesannya, Menag menyatakan optimismenya bahwa semangat Vasudhaiva Kutumbakam akan terus memotivasi umat Hindu untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kerukunan dan memperkuat kohesi sosial di Tanah Air.

“Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kita semua,” pungkas Menag.(Rilis)

Berita Terkait

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap
Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat
Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru
Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi
Merah Putih Menghiasi Mumugu, Satgas Yonif 300 dan Warga Rayakan HUT RI ke-81 dengan Gotong Royong
Lomba 17 Agustus hingga Tarian Adat Warnai Perayaan HUT RI di Aurimi Sarmi
Dari Kenyam untuk Indonesia, Satgas Yonif 300/Brajawijaya Gelar Upacara dan Lomba Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya