Menag Luncurkan Gernas RANA untuk Wujudkan Pesantren dan Madrasah Bebas Kekerasan

- Redaksi

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Papuaterdepan.com — Kementerian Agama meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) sebagai langkah memperkuat pelindungan anak di lingkungan pesantren dan madrasah sekaligus mendorong terciptanya budaya pendidikan yang bebas dari kekerasan.

Peluncuran gerakan tersebut dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat pembukaan Masa Taaruf Santri (Mata Santri) di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Jawa Barat, Minggu.

Menurut Nasaruddin, pesantren dan madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, seluruh lingkungan pendidikan harus mampu memberikan rasa aman bagi anak selama menjalani proses belajar.

Ia menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh dan berkembang dalam suasana yang sehat, nyaman, serta terbebas dari kekerasan fisik, psikis, seksual maupun kekerasan di ruang digital.

“Pesantren dan madrasah merupakan tempat anak belajar, membangun akhlak dan mengenal nilai-nilai agama. Karena itu tidak boleh ada ruang bagi kekerasan di lingkungan pendidikan,” kata Nasaruddin.

Baca Juga :  Kanwil Kemenag Papua Perkuat Literasi Kesehatan ASN Melalui Edukasi Pencegahan Kanker

Melalui Gernas RANA, pemerintah mendorong keterlibatan seluruh pihak, mulai dari keluarga, tenaga pendidik, pengasuh pesantren, pengelola madrasah, masyarakat hingga pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pelindungan anak yang lebih kuat.

Gerakan tersebut juga menekankan pentingnya keberanian untuk melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap anak agar dapat segera ditangani melalui mekanisme perlindungan yang tersedia.

Dalam implementasinya, Kementerian Agama menyiapkan lima pilar utama sebagai fondasi penguatan pelindungan anak di pesantren. Pilar tersebut mencakup penguatan regulasi dan tata kelola, pendidikan pencegahan melalui Kurikulum Berbasis Cinta, penyediaan sarana yang aman dan layak, penguatan layanan pengaduan, serta kolaborasi lintas sektor.

Menurut Nasaruddin, pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta yang mulai diterapkan di sejumlah satuan pendidikan keagamaan menunjukkan hasil positif dalam membangun hubungan yang lebih harmonis antara guru dan peserta didik.

Selain fokus pada pelindungan anak, Kementerian Agama juga berencana memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan melalui penataan standar kelembagaan pesantren dan penguatan peran pengasuh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin imbuh masyarakat di momen Ramadan tebarkan hal positif

Ia menilai keterbukaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan pendidikan menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kekerasan berulang.

“Menangani masalah secara terbuka merupakan bentuk tanggung jawab lembaga untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan perlindungan terbaik bagi anak,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno yang turut hadir dalam peluncuran tersebut menilai Gernas RANA perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata di lingkungan pendidikan, keluarga, ruang publik, dan ruang digital.

Menurut dia, keberhasilan gerakan tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya sosialisasi yang dilakukan, tetapi dari terciptanya perubahan budaya yang menempatkan keselamatan dan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas utama.

Pemerintah berharap Gernas RANA dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, penghormatan, dan kesempatan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang aman dan nyaman.(Rilis)

Berita Terkait

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga
SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura
Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura
Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Jayapura Ajak ASN Pisahkan Urusan Pribadi dan Kedinasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:36 WIB

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura

Rabu, 2 September 2026 - 08:16 WIB

Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya