Jayapura,papuaterdepan.com– Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pembenahan teknis dalam pelaksanaan anggaran Kementerian Agama guna mendukung efektivitas program pada periode 2025–2029.
Hal itu disampaikan Menag saat memimpin Breakfast Meeting bersama pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, serta pejabat terkait secara hybrid, Selasa (9/9).
“Bukan hanya soal penyerapan anggaran yang muncul di permukaan, tetapi banyak persoalan mikro yang belum terselesaikan. Ini harus diteliti betul agar tidak menghambat kinerja,” kata Nasaruddin di Jayapura.
Ia meminta Sekretaris Jenderal beserta jajaran untuk lebih aktif mengevaluasi regulasi dan memperkuat pengawasan internal. Menag menekankan bahwa pencegahan lebih penting dibanding penindakan.
“Saya masih melihat ada kebocoran di level bawah. Saya minta ada keberanian memperkuat pengawasan sampai ke lini eselon III dan IV,” ujarnya.
Menag juga menyoroti perlunya sinergi dengan lembaga lain, seperti BAZNAS, lembaga zakat, wakaf, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), untuk memperkuat pendanaan program Kemenag.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memperkuat peran kehumasan agar setiap capaian program Kemenag dapat dipublikasikan secara maksimal, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menekankan perlunya koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan agar proses pencairan anggaran lebih cepat, serta kerja sama lintas kementerian guna mendukung program strategis.
Kegiatan Breakfast Meeting itu diikuti pimpinan PTKN se-Indonesia, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota, serta pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal Kemenag.









