Jayapura, Papuaterdepan.com – Sorak sorai pelajar menggema di GOR Cenderawasih Jayapura saat 16 tim SMA terbaik dari Kota Jayapura dan sekitarnya berlaga dalam MyPertamina Futsal Competition 2026, Kamis (23/7/2026). Turnamen yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mencari bibit-bibit atlet futsal berprestasi dari Tanah Papua.
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Weddy Surya Windrawan, mengatakan kompetisi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pengembangan talenta muda Papua melalui olahraga.
Menurutnya, futsal menjadi salah satu cabang olahraga yang diminati generasi muda dan memiliki potensi besar melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kompetisi ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana membangun karakter, sportivitas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan generasi muda Papua,” kata Weddy.
Ajang yang berlangsung hingga 25 Juli itu menjadi kelanjutan dari program pembinaan atlet muda yang telah dijalankan Pertamina. Pada penyelenggaraan sebelumnya, kompetisi ini berhasil melahirkan talenta futsal Papua yang kemudian mendapat kesempatan tampil di level nasional.

Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Jayapura, Lea Ansanai, mengaku bangga melihat antusiasme para pelajar dalam mengikuti turnamen tersebut. Menurutnya, futsal telah menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di sekolah yang secara konsisten mencetak prestasi.
“Kami selalu menekankan kepada siswa untuk bermain sportif, tidak meremehkan lawan, dan menjaga emosi saat bertanding. Apa yang mereka tampilkan di lapangan merupakan hasil latihan yang dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Salah satu pemain SMA Negeri 2 Jayapura, Jeremia Defan Denison Hay, mengaku senang bisa tampil dalam kompetisi bergengsi tersebut. Siswa yang baru naik ke kelas X itu mengatakan pengalaman bertanding melawan sekolah-sekolah terbaik di Jayapura menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Pertandingannya sangat ketat, tetapi saya senang bisa dipercaya bermain dan membantu tim meraih kemenangan. Saya ingin terus berkembang dan suatu saat bisa meraih prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Jeremia berharap turnamen seperti MyPertamina Futsal Competition terus digelar karena memberi kesempatan kepada pelajar Papua untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Selain menjadi ajang pencarian bakat olahraga, MyPertamina Futsal Competition 2026 juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal yang menjajakan berbagai produk kuliner dan kerajinan khas Papua, sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan semangat kompetisi dan sportivitas yang ditunjukkan para peserta, turnamen ini diharapkan menjadi salah satu pintu lahirnya atlet-atlet futsal muda Papua yang kelak mampu mengharumkan nama daerah bahkan Indonesia di panggung internasional.(Gita)









