Jayapura, Papuaterdepan.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH Saiful Islam Al-Payage, mengingatkan bahwa tradisi halalbihalal tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Ia menekankan bahwa esensi terdalam dari kegiatan tersebut adalah memperkuat rajut silaturahmi antarumat.
Hal itu disampaikan Al-Payage saat memberikan hikmah halalbihalal dalam acara yang digelar Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua di Ballroom Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Rabu (15/4/2026).
Tiga Pilar Harmoni di Tanah Papua
Dalam ceramahnya, Al-Payage menguraikan tiga pilar utama yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat di Bumi Cenderawasih agar tetap kokoh dan harmonis:
Ukhuwah Islamiyah & Antarumat Beragama: Menjaga persaudaraan yang menjadi tugas kolektif, di mana Kemenag menjadi garda terdepannya.
Ukhuwah Basyariyah: Persaudaraan sesama manusia. Ia menegaskan bahwa perbedaan adalah keniscayaan yang harus dikelola menjadi kekuatan pembangunan.
Ukhuwah Wathaniyah: Persaudaraan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Papua ke depan,” tegas Al-Payage di hadapan para tokoh agama dan pejabat daerah.
Indikator Masyarakat Sejahtera
Lebih lanjut, Ketua MUI Papua ini menjelaskan bahwa kerukunan yang terjaga merupakan sarana untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kesejahteraan tidak hanya soal materi, tetapi mencakup tiga indikator utama: kesehatan lahir batin, keamanan, serta kecukupan kebutuhan hidup.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada aparat keamanan yang menjaga stabilitas daerah, sehingga aktivitas ibadah dan sosial masyarakat dapat berjalan tenang.
“Yang paling utama adalah membangun manusia Papua agar mampu hidup sejahtera, damai, dan bermartabat. Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi kualitas manusianya,” tuturnya.
Apresiasi untuk Pemerintah dan Kemenag
Al-Payage menutup tausiyahnya dengan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua dan jajaran Kanwil Kemenag Papua yang telah memfasilitasi ruang pertemuan bagi berbagai elemen bangsa.
Acara ini turut dihadiri oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua, M.B. Setiyo Wahyudi, pimpinan organisasi lintas agama, serta mitra strategis Kemenag lainnya.(Rilis)









