SENTANI,Papuaterdepan.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua mendorong percepatan reformasi birokrasi di tingkat kabupaten/kota dengan fokus pada digitalisasi layanan dan penguatan integritas. Hal ini dinilai krusial untuk mempertahankan tren positif indeks reformasi birokrasi Kementerian Agama yang pada tahun 2024 mencapai angka 85,83.
Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, menegaskan hal tersebut saat membuka kegiatan pembinaan Reformasi Birokrasi (RB) di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Jayapura, di Sentani, Rabu (20/11/2025). Kegiatan ini mengangkat tema ”Satu Hari Satu Perubahan Baik: Implementasi Nilai Dasar ASN BerAKHLAK”.
Klemens memaparkan empat fokus utama reformasi birokrasi Kemenag pada tahun 2025. Keempat fokus itu meliputi peningkatan kualitas layanan publik—termasuk revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) dan akselerasi digital—penguatan integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), modernisasi birokrasi melalui rekrutmen talenta digital, serta peningkatan profesionalitas aparatur sipil negara (ASN).
”Pelayanan kita tidak cukup cepat saja, tetapi harus terbaik dan memuaskan. Masyarakat harus pulang tanpa keraguan setelah menerima layanan,” ujar Klemens.
Ia juga menekankan bahwa penguasaan teknologi informasi kini menjadi kewajiban mutlak bagi ASN. Penggunaan tanda tangan elektronik dan sistem digital lainnya harus dioptimalkan untuk akuntabilitas dan kecepatan layanan. ”Tidak ada lagi alasan IT menjadi kendala. Tinggal belajar dan jalankan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Klemens menyerahkan dokumen pertanahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)—yang sebelumnya diterima di Kantor Gubernur Papua—kepada Kemenag Kabupaten Jayapura untuk pengamanan aset layanan umat.
Perubahan Pola Pikir
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jayapura, Steven Wonmaly, menyambut baik arahan tersebut. Menurut Steven, tantangan terbesar dalam reformasi birokrasi adalah kesiapan mental dan perubahan pola pikir aparatur.
Ia meminta jajarannya tidak memandang reformasi birokrasi sebagai beban administratif semata, melainkan kesempatan untuk membenahi kualitas diri dan institusi. ”Reformasi ini kesempatan emas untuk membenahi diri. Kita jalani dengan profesional dan semangat,” kata Steven.
Ketua Panitia Pelaksana, Stefen Iriansen Yocku, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, penyuluh, dan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Jayapura. Tujuannya adalah menyamakan persepsi terkait strategi peningkatan kinerja lembaga dan pembangunan Zona Integritas (ZI) secara berkelanjutan.(Rilis)









