Polemik Wakil Bupati Nduga Memanas, Tim Hukum Maniap Kogoya Ajukan Keberatan Resmi

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com– Polemik penetapan Wakil Bupati Nduga sisa masa jabatan 2025–2030 memasuki babak baru. Calon Wakil Bupati Nduga, Maniap Kogoya, melalui tim kuasa hukumnya secara resmi mengajukan keberatan administratif terhadap keputusan DPRK Nduga yang menetapkan Paulus Ubruangge sebagai wakil bupati terpilih.

Keberatan tersebut diajukan setelah DPRK Nduga menetapkan Paulus Ubruangge sebagai pemenang dalam rapat paripurna yang digelar pada 7 Juli 2026. Tim hukum Maniap Kogoya menilai proses pemilihan hingga penetapan pemenang sarat kejanggalan dan tidak berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kuasa hukum Maniap Kogoya, Aloysius Renwarin, mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat keberatan resmi kepada DPRK Nduga pada 9 Juli 2026. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Gubernur Papua Pegunungan, Bupati Nduga, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Menurut Renwarin, proses yang dijalankan DPRK Nduga tidak memberikan kepastian hukum maupun ruang yang memadai bagi para calon untuk mengikuti seluruh tahapan secara transparan.

Baca Juga :  Partai Gema Bangsa Konsolidasikan DPW dan DPD di Papua, Bidik Pemilu 2029

“Kami menilai ada persoalan serius dalam proses ini. Tahapan-tahapan yang seharusnya dilakukan secara terbuka justru tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tiba-tiba dilakukan pemungutan dan penghitungan suara, lalu ditetapkan pemenang melalui paripurna. Ini yang kami anggap bermasalah,” ujarnya dalam konferensi pers di Jayapura, Sabtu (11/7/2026).

Selain menyoroti mekanisme pemilihan, tim hukum juga kembali mengangkat persoalan kelayakan pencalonan Paulus Ubruangge. Mereka berpendapat bahwa sejak awal terdapat keberatan terkait status yang bersangkutan yang diduga masih aktif sebagai anggota DPR RI saat proses pencalonan berlangsung.

Menurut pihak Maniap Kogoya, persoalan tersebut seharusnya terlebih dahulu diselesaikan sebelum tahapan pemilihan dilanjutkan. Namun keberatan yang diajukan sebelumnya dinilai tidak memperoleh tanggapan yang memadai dari pihak penyelenggara.

Baca Juga :  Gugatan Maniap Kogoya Mengemuka, Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga Diminta Ditunda

Tim hukum meminta agar seluruh proses administrasi lanjutan, termasuk usulan pengesahan dan pelantikan wakil bupati terpilih, ditunda sampai keberatan yang diajukan mendapatkan penyelesaian sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami meminta agar tidak ada langkah lanjutan sebelum keberatan ini diproses. Prinsipnya, semua tahapan harus berjalan sesuai aturan sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” kata Renwarin.

Hingga Sabtu sore, DPRK Nduga maupun Paulus Ubruangge belum memberikan tanggapan resmi atas keberatan administratif yang diajukan oleh pihak Maniap Kogoya.

Perkembangan sengketa ini diperkirakan masih akan berlanjut mengingat tim hukum Maniap Kogoya membuka peluang untuk menempuh langkah hukum lainnya apabila keberatan administratif yang diajukan tidak ditindaklanjuti.(Redaksi)

Berita Terkait

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon
Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga
Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru
Kejati Papua Luncurkan Adhyaksa Peduli Nelayan, Kawal Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih
Rekor Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,1 Juta Ton, Bulog Papua Terkendala Kemarau
Pemkot Jayapura Data Warga Koya Tengah dari Rumah ke Rumah, Pastikan Program Tepat Sasaran
Pemuda Papua di Angkasa Mulai Garap Tomat dan Rica untuk Kemandirian Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Rekor Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,1 Juta Ton, Bulog Papua Terkendala Kemarau

Berita Terbaru

Kesehatan

Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:50 WIB

Jangan Copy Ya