Ribuan Warga Yapen sambut Cagub Matius Fakhiri merindukan perubahan nyata

- Redaksi

Jumat, 4 Juli 2025 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

papuaterdepan.com,Yapen, Calon Gubernur Papua, Matius Fakhiri, kembali menunjukkan komitmennya sebagai pemimpin yang berpihak pada rakyat dengan melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Yapen pada Kamis, 3 Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, Matius Fakhiri dan tim akademisnya berfokus dalam mengkaji permasalahan di Yapen.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 5.000 masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Yapen yang datang dengan antusias untuk mendengarkan langsung arah kebijakan dan visi pembangunan dari Matius Fakhiri. Besarnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa kehadiran Matius Fakhiri memang dinantikan oleh rakyat yang merindukan perubahan nyata.

Di tengah suasana akrab dan penuh semangat, Matius Fakhiri mendengarkan satu per satu keluhan warga yang mencerminkan persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat Papua, khususnya di wilayah pesisir seperti Yapen. Beberapa isu utama yang disorot dalam dialog antara Fakhiri dan masyarakat meliputi pendidikan yang belum merata, akses layanan kesehatan yang masih minim, serta pendapatan nelayan dan petani yang belum memadai.

Baca Juga :  Tokoh Muda Papua Ali Kabiay Imbau Warga Jaga Sitkamtibmas, Dukung Pemerintahan Baru

Dalam sektor pendidikan, warga menyampaikan kesulitan dalam mengakses sekolah yang layak, baik dari segi jarak, ketersediaan guru, maupun fasilitas penunjang. Di sektor kesehatan, keluhan warga berkisar pada ketiadaan tenaga.

Bagi Matius Fakhiri, suara rakyat bukan sekadar bahan kampanye, melainkan pondasi utama dalam menyusun kebijakan. Ia menegaskan bahwa setiap solusi yang ditawarkan oleh timnya akan berbasis kajian yang lengkap dan komprehensif. Bukan janji kosong, melainkan rumusan nyata yang bisa diwujudkan bersama masyarakat.

Dalam pertemuannya, Matius Fakhiri juga mencatat berbagai ide dan gagasan lokal dari masyarakat yang memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru di wilayah pesisir. Ia percaya bahwa pembangunan Papua harus berangkat dari kekuatan lokal dan dikawal langsung oleh masyarakat yang menjadi subjek utama perubahan.

Baca Juga :  Ini pesan Kemenag bagi 391 Jemaah Haji asal Papua tiba di Tanah Air

“Kalau ada yang bilang Papua miskin, itu salah besar. Kita ini kaya. Yang kurang hanya keberpihakan dan keberanian untuk memberdayakan orang lokal secara serius,” tegasnya lagi.

Matius Fakhiri ingin agar masyarakat Papua tidak hanya merasakan hasil, tapi juga memiliki kendali atas proses pembangunan itu sendiri. Pendekatan ini menjadi ciri khas Fakhiri: mendengar sebelum berbicara, mengkaji sebelum berjanji, dan membangun Papua dari bawah, bukan dari atas. 

Kunjungannya ke Yapen menjadi bukti nyata dari pendekatan politik yang tidak elitis, tapi membumi. Ia hadir, mendengar, mencatat, dan berkomitmen untuk mewujudkan Papua yang makmur, bukan hanya di atas kertas, tapi nyata di lapangan.

Berita Terkait

Papua Pegunungan Konsolidasikan Program Pendidikan Dasar dan Menengah
Situasi Yahukimo Memanas, Kepala Suku Minta Warga Tak Terprovokasi
Minta Maaf Sempat Bikin Gaduh, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib
Dari Lahan Sempit ke Ruang Belajar Hijau, UM Papua Kembangkan Kebun Edukatif di Sekolah
Pulihkan Mental Warga Binaan, Kemenag Jayapura Gelar Bimbingan Spiritual di Lapas Abepura
Konsolidasi Pendidikan Se-Papua 2026, Uji Komitmen Pemerataan dan Sinkronisasi Program
Perkuat Kerukunan, Kepala Kemenag Jayapura Bekali Penyuluh Agama Materi Moderasi Beragama
Kemenag Kota Jayapura Hadiri Pembukaan Festival Imlek 2577, Dorong Moderasi Beragama

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:51 WIB

Papua Pegunungan Konsolidasikan Program Pendidikan Dasar dan Menengah

Senin, 2 Maret 2026 - 16:45 WIB

Situasi Yahukimo Memanas, Kepala Suku Minta Warga Tak Terprovokasi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:25 WIB

Minta Maaf Sempat Bikin Gaduh, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:34 WIB

Dari Lahan Sempit ke Ruang Belajar Hijau, UM Papua Kembangkan Kebun Edukatif di Sekolah

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:41 WIB

Konsolidasi Pendidikan Se-Papua 2026, Uji Komitmen Pemerataan dan Sinkronisasi Program

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya