Terima Bintang Mahaputera Utama, Menag: Kehormatan untuk Kerukunan Indonesia

- Redaksi

Kamis, 15 Agustus 2024 - 06:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepan.com, Jakarta- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini, Rabu (14/8/2024), menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo. Tanda Kehormatan diserahkan langsung oleh Presiden di Istana Negara, Jakarta.

Tanda Kehormatan adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara. Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010, Tanda Kehormatan dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu Bintang, Satyalancana, dan Samkaryanugraha. Bintang Mahaputera merupakan Tanda Kehormatan tertinggi setelah Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia.

Pasal 28 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, mengatur bahwa Bintang Mahaputera diberikan kepada orang yang memenuhi persyaratan: 1) berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara; 2) pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara; dan atau 3) darma bhakti dan jasanya yang diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga :  Perkuat Moderasi Beragama, Bupati Sarmi Apresiasi Peran Kemenag Jaga Harmoni

“Sesuai namanya, Tanda Kehormatan, saya kira penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tapi sebuah kehormatan untuk kerukunan Indonesia,” sebut Menag di Jakarta.

Atas anugerah ini, Gus Men, panggilan akrabnya, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Gus Men juga menyampaikan terima kasih kepada Ibunda, Nyai Hj Muchsinah Cholil, yang telah merawat dan mendidiknya.

Ucapan terima kasih juga Gus Men sampaikan kepada Presiden Joko Widodo. “Tanda kehormatan ini tentu tidak terlepas dari kepercayaan yang diberikan Presiden yang memberi kepercayaan saya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan memimpin Kementerian Agama,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelunasan Biaya Haji 1446 H Jemaah Reguler hingga 14 Maret 2025

Terima kasih juga disampaikan kepada para kiai, ulama, habaib, dan tokoh lintas agama. “Mereka adalah guru dan sahabat yang terus bersinergi dalam rangka merawat kerukunan umat dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di Indonesia,” paparnya.

Terima kasih juga Menag Yaqut sampaikan kepada seluruh jemaah haji yang setiap tahun mendoakan kemajuan dan kemakmuran Indonesia di tempat-tempat mulia dan mustajab. “Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan juga kepada seluruh ASN Kementerian Agama. Tanda kehormatan ini adalah bukti dan buah kinerja bersama dalam menghadirkan kementerian yang melayani semua agama,” tandasnya.**(Rilis Humas Kementerian Agama)

Berita Terkait

Billy Mambrasar: MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Ini Investasi Masa Depan Anak Papua
Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru
Kejati Papua Luncurkan Adhyaksa Peduli Nelayan, Kawal Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih
Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi
Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI
KMP3R Tegaskan Papua Harus Melangkah Maju, Tinggalkan Narasi Konflik”
Sopir Jayapura Tuntut Keadilan atas Tewasnya Aris Sanda, Desak Jaminan Keamanan di Jalur Trans-Papua
Ondoafi Keder Dorong Masyarakat Adat Sarmi Bangun Kemandirian Pangan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Billy Mambrasar: MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Ini Investasi Masa Depan Anak Papua

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Kejati Papua Luncurkan Adhyaksa Peduli Nelayan, Kawal Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi

Rabu, 30 September 2026 - 22:45 WIB

Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya