Jayapura, Papuaterdepan.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua diingatkan untuk memahami panggilan sebagai pelayan masyarakat dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta integritas.
Pesan tersebut disampaikan Titus Tangke dari Bidang Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Papua saat memimpin ibadah oikumene yang berlangsung di Rumah Doa Imanuel Kanwil Kemenag Papua, Jayapura, Senin, (11/5)
Dalam khotbahnya yang mengangkat tema “Dipanggil untuk Pergi” berdasarkan Matius 28:16-20, Titus mengajak seluruh ASN untuk meneladani semangat para murid Yesus yang menerima panggilan untuk memberitakan kabar baik dan melayani sesama.
Menurutnya, panggilan yang diterima para murid memiliki makna yang relevan bagi setiap ASN, khususnya di lingkungan Kementerian Agama, yang memiliki tugas melayani masyarakat dengan penuh dedikasi.
“Murid-murid Yesus menerima panggilan untuk memperkenalkan Kristus kepada banyak orang. Semangat yang sama juga perlu dimiliki dalam kehidupan dan pelayanan kita sehari-hari,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa menjalankan panggilan pelayanan bukanlah hal yang mudah karena selalu ada tantangan dan hambatan yang harus dihadapi. Namun, setiap individu dituntut untuk tetap teguh dan tidak mudah goyah dalam menjalankan tugas yang dipercayakan.
Titus mencontohkan tugas para penyuluh agama yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat dan berbagai persoalan sosial keagamaan. Menurutnya, dibutuhkan ketekunan, kesabaran, dan komitmen untuk tetap menjalankan tugas pelayanan secara maksimal.
“Ketika kita menerima panggilan untuk melayani, tentu ada banyak tantangan yang akan dihadapi. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita tetap kuat, setia, dan tidak menyerah dalam menjalankan tanggung jawab tersebut,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Titus juga membagikan pengalaman pelayanannya selama bertugas sebagai pelayan gereja maupun sebagai ASN di lingkungan Kementerian Agama. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati yang tulus dapat menjadi bentuk pelayanan kepada Tuhan dan sesama.
Ia mengajak seluruh pegawai untuk tidak hanya memahami tugas sebagai rutinitas administratif, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pelayanan yang profesional dan berintegritas.
Mengakhiri khotbahnya, Titus berpesan agar seluruh ASN senantiasa memaknai panggilan hidup dan pekerjaan yang dijalani sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat.
“Marilah kita memahami panggilan yang diberikan Tuhan sehingga dapat menjalankan tugas pelayanan di mana pun kita berada, termasuk di lingkungan kantor ini. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih baik dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Ibadah oikumene tersebut turut diisi dengan pujian dari kelompok vokal Sekretariat Jenderal dan Bidang Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Papua yang menambah suasana khidmat.
Kegiatan rutin yang digelar setiap pekan itu diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan spiritual bagi para pegawai sekaligus memperkuat semangat pelayanan dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan.
Ibadah diikuti oleh pegawai negeri sipil (PNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), calon pegawai negeri sipil (CPNS), serta tenaga honorer di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Papua.(Rilis)









