AI Masuk Papua, Pemerintah Perkuat SDM dan Konektivitas

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepancom, Jayapura – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan pemerintah akan melakukan pemetaan wilayah-wilayah di Papua yang masih mengalami blank spot atau belum terjangkau layanan telekomunikasi. Langkah ini akan dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan menggunakan basis data dari Pemprov Papua.

“Kita akan mengidentifikasi wilayah-wilayah yang belum tersentuh, dibantu oleh pemda dan database yang ada. Ini akan menjadi agenda Komdigi bersama ekosistem untuk memperkuat konektivitas,” ujar Nezar kepada wartawan usai peresmian AI Experience Center di Jayapura, Rabu, 21 Mei 2025.

Hingga saat ini, kata Nezar, tercatat lebih dari 1.705 titik di Papua yang telah terkoneksi melalui Base Transceiver Station (BTS), satelit, maupun jaringan fiber optik. Namun, pemerintah tetap menerima laporan dari masyarakat tentang daerah yang masih mengalami kesulitan komunikasi.

Baca Juga :  Kemenag Papua gelar Ngobrol Bareng Awak Media Jayapura

Terkait kehadiran pusat kecerdasan buatan yang diinisiasi Indosat dan Huawei, Nezar menyebutnya sebagai langkah penting dalam mendorong inklusivitas digital. Ia menilai AI Experience Center dapat menjadi ruang pembelajaran dan peningkatan keterampilan generasi muda Papua di bidang teknologi kecerdasan buatan.

“Fasilitas ini penting untuk upskilling generasi muda Papua dan siapa pun yang ingin mendalami AI. Ini bukan sekadar showcase, tapi bagian dari ekosistem yang sistematis,” ujarnya.

Menurut Nezar, penerapan AI sangat relevan di Papua, terutama dalam sektor kesehatan dan pendidikan. Ia mencontohkan teknologi AI yang dapat membantu diagnosis medis di wilayah yang kekurangan tenaga dokter spesialis.

Baca Juga :  Bersih Rumah Ibadah, Kemenag Papua Gaungkan Semangat Toleransi

“Dengan AI, diagnosis bisa dilakukan dan dikonsultasikan dengan tenaga medis dari kota lain. Ini sangat membantu,” katanya.

Terkait kesiapan sumber daya manusia, Nezar mengakui masih banyak tantangan di wilayah timur Indonesia. Namun ia optimistis dengan potensi yang dimiliki daerah seperti Jayapura dan Sorong.

“Masih banyak wilayah yang perlu dukungan untuk menguasai teknologi ini. Tapi anak-anak muda di Papua punya semangat tinggi. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi,” katanya.

Pemerintah, lanjut Nezar, juga menggencarkan program pelatihan digital seperti Digital Talent Scholarship dan Digital Leadership Academy.

“Pemerintah berkomitmen agar tak ada satu pun daerah yang tertinggal dalam penguasaan teknologi AI,” imbuhnya.

Berita Terkait

Daya Tampung 320 Siswa, SMP Negeri 9 Jayapura Pastikan Pendaftaran Gratis
Profesi Humas Kian Menjanjikan, UM Papua Hadirkan Seminar Karier bagi Generasi Muda
Baznas Kota Jayapura Salurkan Beasiswa, Cegah Anak Putus Sekolah
Ondofolo Waena Ajak Masyarakat Serahkan Persoalan Mama Yasinta kepada Proses Hukum
Papua Satukan Komitmen Ciptakan Penerimaan Murid Baru yang Adil dan Berintegritas
Malaikat Tabuni: Jangan Ulangi Kerusuhan 2019, Sampaikan Aspirasi Secara Damai
Kemdikdasmen Gandeng LKP Cia Cetak Tenaga Kecantikan Profesional untuk Kurangi Pengangguran di Papua
Kemenag Papua Siap Cetak Prototipe ‘Kota Wakaf’ demi Dongkrak Ekonomi Umat

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27 WIB

Daya Tampung 320 Siswa, SMP Negeri 9 Jayapura Pastikan Pendaftaran Gratis

Senin, 15 Juni 2026 - 06:26 WIB

Profesi Humas Kian Menjanjikan, UM Papua Hadirkan Seminar Karier bagi Generasi Muda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:15 WIB

Baznas Kota Jayapura Salurkan Beasiswa, Cegah Anak Putus Sekolah

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:57 WIB

Ondofolo Waena Ajak Masyarakat Serahkan Persoalan Mama Yasinta kepada Proses Hukum

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:47 WIB

Papua Satukan Komitmen Ciptakan Penerimaan Murid Baru yang Adil dan Berintegritas

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya