papuaterdepan.com,Jayapura, – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Papua mulai menunjukkan taringnya di pasar global. Berbekal inovasi produk berbasis potensi lokal dan dukungan dari pemerintah serta BUMN, pelaku usaha Papua kini tidak hanya menggerakkan roda ekonomi daerah, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Nusantara ke dunia.
Salah satu contoh sukses datang dari Sasagu, UMKM asal Jayapura yang mengolah sagu menjadi produk bernilai tambah. Ide usaha ini muncul saat pendirinya, Herlinda Sinaga, kesulitan mendapatkan boba saat PON XX Papua 2021. “Dari situ saya berpikir, kenapa tidak membuat boba sendiri dari sagu, sekaligus mengembangkan produk turunannya?” kata Herlinda, Selasa (27/8/2025).
Dari inovasi itu lahirlah produk boba sagu dan cookies sagu bebas gluten yang kini digemari konsumen. Produk Sasagu bahkan menjadi salah satu yang terlaris di supermarket besar di Jayapura.
Perjalanan bisnis Herlinda mendapat dukungan melalui Pertamina UMK Academy 2025, program pendampingan yang memberikan pelatihan manajemen produksi, branding, hingga strategi pemasaran digital. “Program ini membuka wawasan kami untuk mengembangkan usaha secara profesional dan berorientasi global,” ujar Herlinda.
Tak hanya berhenti di pasar lokal, Sasagu kini tengah menjajaki peluang ekspor ke Jerman dan Jepang. Herlinda juga mencatat prestasi sebagai satu-satunya pengusaha perempuan dari Indonesia Timur yang terpilih dalam ajang 25 Woman-led MSMEs Ready to Export oleh Australia Awards 2024. Pencapaian itu membuka peluang besar ekspor produk sagu ke Australia.
Selain berfokus pada kualitas produk, Sasagu juga menekankan aspek keberlanjutan. “Setiap kali menebang satu pohon sagu, kami wajib menanam kembali lima bibit. Itu komitmen kami menjaga lingkungan Papua,” tegas Herlinda.
Pertamina pun mengapresiasi keberhasilan Sasagu. Ispiani Abbas, Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, menyebut program pendampingan UMKM telah membantu banyak pelaku usaha berkembang. “Tahun ini, sebanyak 21 UMKM dari Papua dan Maluku mengikuti pelatihan dan hasilnya terlihat nyata. Produk mereka makin kompetitif,” ujar Ispiani.
Kisah sukses Sasagu menjadi bukti bahwa UMKM Papua mampu menembus pasar global jika didukung inovasi, ketekunan, dan ekosistem yang solid. Ke depan, model seperti ini diharapkan bisa menginspirasi lebih banyak pelaku usaha di tanah Papua untuk naik kelas dan mendunia.









