JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Kepengurusan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Papua periode 2025–2030 resmi dikukuhkan pada Jumat (7/11/2025). Pelantikan yang berlangsung di Aula Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Papua ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan peran intelektual muslim dalam pembangunan di Bumi Cenderawasih.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Musa Narwawan, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua. Dalam kepengurusan baru ini, Musa juga dipercaya mengemban amanah sebagai salah satu Wakil Ketua Majelis Pengurus Wilayah ICMI Orwil Papua.
Sinergi Menuju Papua Cerdas
Mewakili Gubernur Papua, Asisten II Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setiyo Wahyudi, menegaskan bahwa pemerintah daerah menaruh harapan besar pada ICMI. Ia mendorong ICMI menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi “Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis”.
“Semangat ICMI harus sejalan dengan arah kebijakan Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Kita ingin membangun manusia Papua yang kuat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan mandiri secara ekonomi,” ujar Setiyo.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menghadirkan solusi inovatif bagi kesejahteraan masyarakat.
Tiga Identitas ICMI
Ketua Umum ICMI Pusat, Prof. Arif Satria, yang hadir melantik pengurus menekankan pentingnya tiga identitas utama organisasi: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kecendekiaan. Rektor IPB ini menyebut bahwa tantangan zaman menuntut para cendekiawan untuk tidak hanya berpikir, tetapi juga memimpin perubahan (lead the change).
“Papua butuh energi baru. ICMI harus menjadi mesin penggerak kemajuan, inovasi, dan masa depan yang berkeadilan,” tegas Prof. Arif.
Ia juga menyoroti potensi besar Papua dalam sektor ketahanan pangan nasional dan berharap ICMI Papua dapat menjadi pusat inspirasi dalam pengembangannya.
Wadah Kolaborasi dan Aksi Nyata
Sementara itu, Ketua ICMI Orwil Papua terpilih, Joko Dasri, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah maupun organisasi di tingkat kabupaten/kota. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus ditransformasikan menjadi aksi nyata.
“Ilmu tidak boleh berhenti di kepala, tapi harus ditransformasikan untuk kemajuan umat. Kehadiran pengurus baru ini diharapkan membawa semangat dalam membangun kecerdasan dan pencerahan bagi masyarakat Papua,” pungkas Joko.(Rilis)









