Jayapura,Papuaterdepan.com– Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat untuk memperkuat legalitas produk melalui sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing di pasar nasional.
Pembimbing Zakat dan Wakaf (Zawa) Kanwil Kemenag Papua Rita Wahyuningsih di Jayapura, Kamis, mengatakan sertifikasi halal kini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan aspek strategis untuk membangun nilai tambah produk lokal.
“Pelaku UMKM di Papua memiliki potensi besar untuk memasuki pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional, namun peningkatan kualitas melalui legalitas halal menjadi syarat mutlak untuk bersaing,” kata Rita saat memberikan pengarahan pada acara Mandiri Vaganza Vol. 3.
Menurut Rita, produk-produk UMKM di Papua, khususnya kuliner seperti kue dan olahan makanan lainnya, sudah sangat kreatif. Kendati demikian, legalitas halal diperlukan untuk membangun kepercayaan konsumen.
Ia menegaskan bahwa label halal merupakan bentuk perlindungan konsumen serta jaminan bahwa proses produksi telah memenuhi standar higienis, aman, dan sesuai ketentuan syariat.
“Dengan memiliki sertifikat halal, pelaku UMKM memperoleh peluang lebih besar untuk memasuki pasar ritel modern, mengikuti pameran nasional, serta bekerja sama dengan berbagai layanan,” ujarnya.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri Regional XII Papua di Menara Mandiri Jayapura tersebut, Rita juga menyosialisasikan tahapan pengurusan sertifikasi halal. Pihaknya menyadari masih banyak pelaku usaha yang belum memahami alur pendaftaran, persyaratan administrasi, hingga standar Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).
Oleh karena itu, Kemenag Papua melalui para Pendamping Halal (PPH) siap memberikan asistensi kepada pelaku usaha, mulai dari proses pendaftaran hingga verifikasi.
“Kami membuka ruang konsultasi dan siap turun langsung ketika dibutuhkan. Apalagi pemerintah telah membuka skema Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) bagi pelaku usaha mikro yang memenuhi kriteria,” katanya.
Kegiatan Mandiri Vaganza Vol. 3 tersebut menghadirkan berbagai tenant UMKM dari beragam sektor, termasuk makanan dan minuman, fesyen, serta kriya. Kehadiran Kemenag dalam acara ini memperkuat peran instansi tersebut sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan ekonomi umat di Papua.









