Jayapura, Papuaterdepan.com – Estafet kepemimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua resmi berganti. Warsono kini menakhodai otoritas moneter di Bumi Cenderawasih, menggantikan Faturachman yang berpindah tugas ke Kantor Pusat BI Jakarta.
Upacara pengukuhan yang berlangsung khidmat di Ballroom Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua, Jayapura, Jumat (17/4/2026) ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua.
Sinergi Menjaga Stabilitas Ekonomi
Mewakili Kakanwil Kemenag Papua, Plt. Kabag TU Dwiharjanto hadir didampingi Kabid Bimas Islam Muslimin Yelipele dan Pembimas Hindu I Wayan Wira Adnyana. Kehadiran jajaran Kemenag ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi vertikal dalam mendukung program strategis pemerintah di daerah.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menjelaskan bahwa pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur BI Nomor 27/KEP.GBI/2025. Warsono, yang sebelumnya memimpin BI Provinsi Jambi, sejatinya telah efektif menjalankan tugas di Papua sejak Januari 2026.
“Pengukuhan ini adalah penegasan formal. Dengan kapasitas yang dimiliki, kami yakin Saudara Warsono mampu memperkuat peran BI dalam mengawal perekonomian Papua di tengah dinamika global,” ujar Aida dalam sambutannya.
Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif
Dalam kesempatan tersebut, Aida juga memaparkan performa ekonomi nasional yang cukup solid. Pada tahun sebelumnya, Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,3%, dengan proyeksi tahun berjalan berada di kisaran 4,9% hingga 5,7%.
“Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas inflasi dan mendorong pertumbuhan inklusif, termasuk melalui akselerasi digitalisasi sistem pembayaran,” tambahnya.
Harapan Pemerintah Daerah
Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen, yang hadir mewakili Gubernur, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Faturachman, terutama dalam hal pengendalian inflasi daerah dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran di Papua.
Kepada pejabat baru, Aryoko menaruh harapan besar agar kolaborasi yang telah terjalin tetap solid.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong sektor riil, dan mempercepat transformasi digital di Tanah Papua,” tegas Aryoko.
Acara ini menjadi ajang berkumpulnya pimpinan stakeholder di Papua, mulai dari Ketua DPR Papua, Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih, hingga jajaran pimpinan instansi vertikal seperti OJK, DJP, dan DJBC.(Rilis)









